Sabtu, 7 Maret 2015

Komunitas Safari Bandung Peduli Benda Bersejarah

Kamis, 6 Juni 2013 12:26 WIB

Komunitas Safari Bandung Peduli Benda Bersejarah
Dedy Herdiana
Para penumpang mobil VW Safari berseri-seri sat melintas di Jalan Pelajar Pejuang 45, Rabu (5/6). Para penumpang yang tersebut terdiri dari para perwakilan pengelola museum se-Indonesia itu menaiki VW Safari karena partisipasi Komunitas Safari Bandung (KSB).

Mereka menikmati AC (air conditioning) alami, juga bisa melihat pemandangan Kota Bandung dengan leluasa. Kemacetan Kota Bandung yang kerap terjadi pun seakan mereka abaikan karena keasyikannya melaju dengan VW Safari tanpa kap.

Sekitar 15 unit mobil yang bentuknya nyaris kotak itu melaju perlahan berkonvoi ria dari Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, tempat para perwakilan pengelola museum se-Indonesia menginap menuju Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga di Jalan Peta. Konvoi mobil klasik itu sempat menarik perhatian warga Bandung yang melintas di Jalan Pelajar Pejuang hingga Jalan Peta. Karena VW Safari milik para anggota KSB itu tampak terawat sehingga mobil yang juga banyak dikenal sebagai mobil camat, karena dulu mobil jenis ini banyak digunakan para camat dan wedana di seluruh Indonesia.

"Senang sekali dalam acara pertemuan kali ini, karena mendatangi acara naik VW Safari. Ini sesuatu yang baru dan tidak biasa," tutur Cok salah seorang dari perwakilan Museum Bali yang menjadi peserta Pameran Keragaman Alat Musik Tradisional Nusantara 2013 yang digelar di Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Rabu (5/6).

Diakuinya dengan menumpang VW Safari yang tergolong mobil antik itu menjadi daya tambah semangatnya untuk lebih mencintai pekerjaannya yang tidak pernah lepas dari berbagai urusan koleksi museum yang memiliki nilai-nilai sejarah bagi bangsa Indonesia.

Sesampainya di pelataran Museum Sri Baduga, semua peserta disambut suguhan kesenian tradisional. Mulai dari tarian penyambutan tamu, suguhan musik angklung dari mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, hingga sajian musik kontemporer dari Sambasunda.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Drs Nunung Sobari MM yang didaulat membuka acara mengatakan, pameran yang digelar untuk keempat kalinya itu diharapkan bisa lebih meningkatkan kecintaan masyarakat pada museum serta lebih meningkatkan kreativitas pengelola museum untuk mendongkrak daya tarik museum bagi masyarakat.

"Di dalam museum banyak koleksi yang mengandung nilai-nilai kesejarahan yang mampu menambah pengetahuan masyarakat, khususnya genarasi muda sehingga mampu lebih mencintai bangsanya. Selain itu museum juga bisa menjadi salah satu tempat untuk rekreasi, yang edukatif," kata Nunung.

Halaman123
Penulis: ddh
Editor: jan
KOMENTAR

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas