A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Komunitas Safari Bandung Peduli Benda Bersejarah - Tribun Jabar
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 17 April 2014
Tribun Jabar

Komunitas Safari Bandung Peduli Benda Bersejarah

Kamis, 6 Juni 2013 12:26 WIB
Komunitas Safari Bandung Peduli Benda Bersejarah
Dedy Herdiana
Para penumpang mobil VW Safari berseri-seri sat melintas di Jalan Pelajar Pejuang 45, Rabu (5/6). Para penumpang yang tersebut terdiri dari para perwakilan pengelola museum se-Indonesia itu menaiki VW Safari karena partisipasi Komunitas Safari Bandung (KSB).
ANGIN sejuk pagi hari Kota Bandung ditambah pemandangan yang luas dari mobil tanpa kap membuat para penumpang mobil VW Safari berseri-seri sat melintas di Jalan Pelajar Pejuang 45, Rabu (5/6). Para penumpang yang terdiri dari para perwakilan pengelola museum se-Indonesia itu menaiki VW Safari karena partisipasi Komunitas Safari Bandung (KSB).

Mereka menikmati AC (air conditioning) alami, juga bisa melihat pemandangan Kota Bandung dengan leluasa. Kemacetan Kota Bandung yang kerap terjadi pun seakan mereka abaikan karena keasyikannya melaju dengan VW Safari tanpa kap.

Sekitar 15 unit mobil yang bentuknya nyaris kotak itu melaju perlahan berkonvoi ria dari Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang, tempat para perwakilan pengelola museum se-Indonesia menginap menuju Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga di Jalan Peta. Konvoi mobil klasik itu sempat menarik perhatian warga Bandung yang melintas di Jalan Pelajar Pejuang hingga Jalan Peta. Karena VW Safari milik para anggota KSB itu tampak terawat sehingga mobil yang juga banyak dikenal sebagai mobil camat, karena dulu mobil jenis ini banyak digunakan para camat dan wedana di seluruh Indonesia.

"Senang sekali dalam acara pertemuan kali ini, karena mendatangi acara naik VW Safari. Ini sesuatu yang baru dan tidak biasa," tutur Cok salah seorang dari perwakilan Museum Bali yang menjadi peserta Pameran Keragaman Alat Musik Tradisional Nusantara 2013 yang digelar di Balai Pengelolaan Museum Negeri Sri Baduga, Rabu (5/6).

Diakuinya dengan menumpang VW Safari yang tergolong mobil antik itu menjadi daya tambah semangatnya untuk lebih mencintai pekerjaannya yang tidak pernah lepas dari berbagai urusan koleksi museum yang memiliki nilai-nilai sejarah bagi bangsa Indonesia.

Sesampainya di pelataran Museum Sri Baduga, semua peserta disambut suguhan kesenian tradisional. Mulai dari tarian penyambutan tamu, suguhan musik angklung dari mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, hingga sajian musik kontemporer dari Sambasunda.

Pada kesempatan itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar, Drs Nunung Sobari MM yang didaulat membuka acara mengatakan, pameran yang digelar untuk keempat kalinya itu diharapkan bisa lebih meningkatkan kecintaan masyarakat pada museum serta lebih meningkatkan kreativitas pengelola museum untuk mendongkrak daya tarik museum bagi masyarakat.

"Di dalam museum banyak koleksi yang mengandung nilai-nilai kesejarahan yang mampu menambah pengetahuan masyarakat, khususnya genarasi muda sehingga mampu lebih mencintai bangsanya. Selain itu museum juga bisa menjadi salah satu tempat untuk rekreasi, yang edukatif," kata Nunung.

Dikatakan Nunung, pameran tersebut awalnya merupakan program pusat yang dilaksanakan bergilir di setiap provinsi, namun pada perkembangannya menjadi program provinsi. Pameran pertama dilaksanakan 2010 di Museum Nasional, Jakarta, kedua di Museum Negeri Jambi pada 2011, kemudian pad 2012 yang ketiga dilaksanakan di Museum Negeri Nusa Tenggara Barat. Dan pada 2013 yang merupakan pameran yang ke-4 dilakasanakan di Jawa Barat.

Kepala Museum Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Intan Mardiana mengharapkan dengan pameran tersebut, selain mampu menambah daya tarik masyarakat untuk berkunjung ke museum, juga menjadi sarana untuk para pengelola museum se-Indonesia saling bertukar informasi dalam memajukan museumnya masing-masing.

"Semoga ini menjadi media untuk saling berbagi infornasi antarpengelola museum. Dengan bertemunya para pengelola museum ini semoga bisa saling bertukar informasi dalam memajukan museumnya di daerahnya masing-masing," kata Intan.

Pada pameran yang mengusung tema "Mengurai Beda Merangkai Sama" itu Museum Seri Baduga menunjuk tiga kurator yakni Endo Suanda, Heri Herdini dan Reiza D Dienaputra itu memamerkan sebanyak 220 koleksi alat musik tradisional dari berbagai museum di seluruh Indonesia. Mulai dari sarune bolon koleksi Museum Sumatera Utara, gondang (gendang berukuran besar), ogung (gong), hesek (simbal), dan adap (gendang kecil).

Ada juga goong, alat musik yang sudah dipakai sejak abad ke-19, lisung dari Jawa Tengah yang dibuat dari kayu yang sudah berumur tua, namun masih bisa menghasilkan suara merdu. Sementara Jawa Barat sendiri mengirimkan sekitar dua puluh koleksi alat musik tradisi seperti kacapi, tarawangsa dan koleksi lainnya. Selain pameran alat musik, gelaran tersebut juga akan diramaikan dengan seminar alat musik nusantara, workshop pembuatan alat musik bambu dan pertunjukan musik.

Djonny Tjatur Rijanto, anggota KSB, mengatakan partisipasinya dalam kegiatan tersebut karena dilatarbelakangi memiliki visi dan misi yang sama yakni tentang upayanya mengenalkan budaya dan pariwisata yang dimiliki masyarakat.

KSB juga sangat peduli untuk melestarikan benda-benda yang memiliki nilai sejarah, termasuk bangunan-bangunan heritage. Bahkan dalam kegiatan itu masing-masing anggota KSB juga mengajak anak-anaknya untuk sekalian mengenalkan benda-benda sejarah yang dipamerkan dan sekalian melihat koleksi Museum Sri Baduga.

"Jadi selain untuk meramaikan kegiatan pameran serta menjadi pemanasan untuk acara peringatan ulang tahun ke-6 KSB yang akan digelar di Cikole pada 15-16 Juni nanti, juga kami ingin ikut serta mengenalkan museum kepada anak-anak kami," kata Djonny seraya menyebutkan bahwa KSB berulangtahun pada 4 Juni lalu.

Kepedulian KSB pada nilai sejarah itu juga ditunjukannya dengan kegiatan rutinnya yang sebulan sekali setiap minggu pertama selalu melakukan kumpul bareng di kawasan Jalan Cikapundung Timur, samping Gedung Merdeka. Selain bisa saling bertukar informasi tentang hobinya merawat mobil VW Safari, secara tidak langsung anggota KSB juga menyukai kawasan heritage. Karena saat acara kumpul bareng itu tak sedikit anak-anaknya yang ikut serta dan sang ayah pun menyempatkan untuk mengajak anak-anaknya berkeliling mengenalkan Gedung Merdeka yang memiliki nilai sejarah dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. (*)
Penulis: ddh
Editor: jan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
199732 articles 4 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas