Selasa, 9 Juni 2026

Film Akhir Pekan

Sang Kiai, Agama dan Nasionalisme Satu Kubu

Sutradara Rako Prijanto mengangkat kisah pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai besar Hadratussyaikh Hasyim Asyari di masa perang kemerdekaan.

Tayang:
Penulis: Isa Rian Fadilah | Editor: Kisdiantoro
Film-film bertema biografi sepertinya semakin marak bermunculan di layar bioskop Indonesia. Kali ini, sutradara Rako Prijanto mengangkat kisah pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Kiai besar Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari di masa perang kemerdekaan.

Film berlatar di pesantren Tebuireng pada tahun 1942. Hasyim Asy'ari (Ikranagara) merupakan pemimpin sekaligus guru di pesantren tersebut. Ia selalu mengajarkan nilai-nilai kebaikan, seperti kemandirian hingga menjunjung tinggi nilai ketuhanan.

Pada masa itu, Jepang baru menjajah Indonesia setelah menaklukan Belanda. Mengaku sebagai saudara tua, ternyata Jepang sama kejamnya dengan Belanda. Kekejaman Jepang akhirnya mengusik pesantren Tebuireng dan Hasyim Asy'ari.

Pengaruh kuat Hasyim Asy'ari membuat Jepang menangkap dan mengasingkannya. Putra Sang Kiai, KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) bersama para santri Tebuireng berusaha membebaskan Sang Kiai dengan berbagai cara. Jika Wahid Hasyim memakai cara diplomasi, para santri yang dipimpin Harun (Adipati Dolken) memilih cara emosional dan berapi-api layaknya anak muda pada umumnya. Mampukan mereka membebaskan Sang Kiai?

Sang Kiai merupakan salah satu film yang mengambil tema sejarah yang benar-benar pernah terjadi. Seperti diketahui, KH Hasyim Asy'ari memang merupakan salah satu tokoh penting dalam perjuangan bangsa ini menuju kemerdekaan. 

Melalui film ini, penonton juga diajak untuk melihat sebagian pemikiran Hasyim Asy'ari tentang negara. Dalam film yang memotret kisah hidup pemimpin Tebuireng itu dalam periode 1942-1947, terdapat dialog Hasyim dengan putranya tentang agama dan nasionalisme.
"Nasionalisme dan agama itu tidak berada dalam kubu yang berbeda. Justru dari agama, lahirlah nasionalisme," kata Wahid, yang diamini sang ayah.

Pun ketika Bung Karno, melalui utusannya, bertanya mengenai hukum membela negara, ia langsung mengumpulkan cendikiawan muslim untuk membahas hal ini.
"Membela negara itu wajib hukumnya. Termasuk ke dalam jihad fisabilillah," kata Hasyim Asy'ari.

Menyaksikan Sang Kiai, penonton seolah diajak mempelajari sejarah dengan cara yang menghibur. Dengan berlatar perang kemerdekaan, film ini pun dilengkapi dengan sajian aksi seru seperti tembak-tembakan layaknya zaman perang dahulu. Jalinan kisah yang kuat, dipadu humor dan adegan aksi yang sesuai porsinya, membuat film ini enak ditonton sampai akhir. Film Sang Kiai akan tayang mulai tanggal 30 Mei 2013. (dd)

Judul: Sang Kiai
Pemain: Ikranagara, Christine Hakim, Agus Kuncoro, Adipati Dolken 
Sutradara: Rako Prijanto
Naskah: Anggoro Saronto
Produksi: Rapi Films
Tayang: 30 Mei 2013

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved