Mantan Ahli Hisab dan Rukhyat MUI Wafat
Mantan ahli hisab dan rukhyat MUI Pusat, KH Saefulmillah, tutup usia di kediamannya di Pondok Pesantren (Pontran) Cipasung, Singaparna
Tayang:
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Kisdiantoro
TASIKMALAYA, TRIBUN - Mantan ahli hisab dan rukhyat MUI Pusat, KH Saefulmillah, tutup usia di kediamannya di Pondok Pesantren (Pontran) Cipasung, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (28/5) sekitar pukul 12.00. Almarhum berpulang pada usia 91 tahun karena komplikasi.
Almarhum berkiprah menjadi ahli hisab dan rukhyat di MUI Pusat pada periode tahun 1994-1999. Setelah mengabdi di MUI, almarhum kembali ke Pontren Cipasung sebagai pengajar. Keahliannya sebagai ahli hisab dan rukhyat, menjadikannya sesepuh tim hisab Kabupaten Tasikmalaya.
"Tadi siang jenazah sudah disolatkan, dan baru dimakamkan esok hari (Rabu 29/5 ini, Red) di pemakaman keluarga besar di komplek pontren," ungkap Pimpinan Pontren Cipasung, KH Abun Bunyamin Ruhiyat, yang juga adik ipar almarhum, saat ditemui di Pontren Cipasung.
Menurut KH Abun, kakak iparnya itu memang sejak muda menyenangi ilmu falak. Tidak hanya di Pontren Cipasung ia belajar ilmu tersebut. Tapi juga di beberapa pontren lainnya. "Pada tahun 1994 almarhum dipercaya menjadi salah satu ahli hisab dan rukhyat MUI Pusat," katanya. Setelah lima tahun berkiprah di MUI Pusat almarhum kembali ke pontren dan mengajar santri kembali.
Almarhum juga merupakan adik ipar mantan Rois Aam Syuriah PBNU sekaligus Pimpinan Pontren Cipasung saat itu, almarhum KH Iyas Ruhiyat. "Semasa hidupnya beliau diseniorkan dalam hisab dan rukhyat, termasuk di Kabupaten Tasikmalaya. Kami merasa sangat kehilangan sosok Kiai yang memang jarang menguasai ilmu hisab dan rukhyat," kata KH Abun.
Almarhum juga dikenal sebagai sosok Kiai yang kaya ilmu agama. Ketika Pimpinan Pontren Cipasung, KH Ruhiyat, dipenjara pemerintah Belanda dan Jepang, almarhum dipercaya memimpin pengajian di lingkungan pontren. (stf)
KOMENTAR