Selasa, 9 Juni 2026

Hemat Listrik Berkat EUIS Buatan Rizky

SENYUM mengembang dari bibir Rizky Ario. Mahasiswa Magister Teknologi Informasi ITB itu dinyatakan sebagai pemenang pertama kompetisi BlackBerry

Tayang:
Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto
Oleh Ida Romlah

SENYUM mengembang dari bibir Rizky Ario. Mahasiswa Magister Teknologi Informasi Institut Teknologi Bandung (ITB) itu dinyatakan sebagai pemenang pertama kompetisi BlackBerry Innovation Center (BBIC) kategori ICT Business Plan Technopreneurship Competition yang digelar BBIC bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB.

Pengumuman Rizky menjadi pemenang pertama kompetisi BBIC dilakukan di panggung utama e-II Forum 2013 di Aula Barat ITB, Jumat (24/5) sore. Rizky pun berhak atas hadiah uang tunai Rp 50 juta. Hadiah diserahkan secara simbolis oleh Managing Director BlackBerry Indonesia Maspiyono Handoyo.

Rizky dinyatakan sebagai pemenang pertama berkat karyanya yang diberi nama EUIS. Nama tersebut merupakan singkatan dari electricity usage intelligent system. Karya mahasiswa berkacamata itu mengalahkan empat karya lain yang juga menjadi juara ajang kompetisi BBIC, yakni masing-masing Pasbaru.com, buSpot, Smart Ranch, dan Electronsole.

Di hadapan wartawan, Rizky mengungkapkan karyanya itu merupakan aplikasi untuk penghematan energi listrik di rumah. Aplikasi tersebut terintegrasi dengan sensor. Satu alat sensor cukup dipasang di meteran listrik, kemudian ketahuan peralatan rumah tangga mana yang dianggap boros listrik.

"Cukup satu sensor saja dipasang di meteran nanti ketahuan. Terdeteksinya dari sinyal listrik. Ini memudahkan pemilik rumah untuk mengetahui alat-alat rumah tangga mana yang dianggap sudah hemat listrik dan mana yang masih boros. Kalau masih boros, ya harus diperhemat dong," kata Rizky seusai menerima hadiah, kemarin.

Rizky mengatakan, riset untuk karyanya ini sudah berjalan satu tahun. Setelah dianggap siap, karyanya diikutkan dalam kompetisi BBIC. Meski demikian, Rizky mengaku karyanya masih butuh penyempurnaan lebih lanjut. Dia pun mengklaim butuh waktu lima bulan hingga karyanya benar-benar layak dipakai masyarakat luas.

"Produk sejauh ini sudah ready, tapi baru bisa dipakai BlackBerry 10 saja. Ke depannya seperti apa, butuh proses dan pembicaraan dengan pihak BlackBerry," kata Rizky.

Karya Rizky tidak hanya bisa digunakan user seorang. Karya tersebut bisa disebar ke user lain melalui twitter. Dengan begitu, bukan cuma satu rumah yang bisa menghemat energi listrik, tapi satu RT, RW, kelurahan, hingga sampai level negara pun bisa menghemat energi listrik. "Harapannya memang begitu, negara pada akhirnya bisa menghemat," katanya.

Selain kategori ICT Business Plan Technopreneurship Competition, yang menantang peserta untuk mengumpulkan informasi ringkas mengenai bisnis mereka, kompetisi BBIC juga punya kategori lain, yakni National Innovation Competition on Smart Mobile Ecosystem. Kompetisi kategori ini menantang pelajar, baik secara individu maupun kelompok, untuk bersaing dalam membuat proposal riset dan pengembangan untuk aplikasi perangkat mobile inovatif.

Ada sepuluh pemenang National Innovation Competition on Smart Mobile Ecosystem. Mereka adalah Fluid RMX dari ITB, Aplikasi Cerdas Identifikasi Kebutuhan Nitrogen Padi melalui Citra Daun (IPB), Integrasi Aliran Informasi dalam Implementasi Aplikasi Perangkat Bergerak "MEETME" (Undip), Desain dan Implementasi Sistem Penyediaan Konten Mobile untuk Proses Blended Learning (Universitas Putera Indonesia Padang), Smart Building pada Existing Building (ITB), Optimal Path Finding Based on Traffic Information from Twitter (ITB), Pengembangan Augmented Reality sebagai Visualisasi dalam Pembelajaran  Candi-candi di Buku Pelajaran Sejarah (ITB), Smart Laboratory (STMIK AKBA), Mobile eCRM with Social Media Integration: Dashboard for Executives and Manager (ITB), dan Sistem Registrasi, Reservasi dan Antrian pada Praktek Dokter di Rumah Sakit (Unair). Masing-masing pemenang untuk kategori ini mendapat hadiah 10.000 dolar AS.

Managing Director BlackBerry Indonesia, Maspiyono Handoyo, mengatakan, kompetisi ini merupakan salah satu bentuk dukungan BlackBerry untuk generasi muda Indonesia yang berbakat.

BlackBerry pun, kata pria yang akrab disapa Yon itu, ingin agar aplikasi yang diciptakan anak muda Indonesia digunakan dalam aplikasi device BlackBerry. "Tapi tentu saja prosesnya panjang karena setelah ini pun masih butuh waktu lagi," ujar Yon. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved