Baju Desain Rya Dipakai Fatin X Factor
PENCINTA acara "X Factor Indonesia" tentu tidak asing lagi dengan nama Fatin Shidqia Lubis. Kontestan yang mengenakan jilbab dalam setiap
Penulis: roh | Editor: Darajat Arianto
PENCINTA acara "X Factor Indonesia" tentu tidak asing lagi dengan nama Fatin Shidqia Lubis. Kontestan yang mengenakan jilbab dalam setiap aksi panggungnya itu kerap menarik perhatian penonton sehingga penggemarnya pun banyak.
Dalam setiap aksi panggungnya, kontestan yang masih duduk di bangku SMA itu selalu memukau. Tak hanya karena gayanya yang polos, pakaian yang dikenakan gadis tersebut juga mencuri perhatian banyak pasang mata.
Ternyata dari sekian pakaian yang dikenakan Fatin saat berada di atas panggung "X Factor Indonesia", beberapa di antaranya adalah hasil karya desainer asal Bandung. Satu di antaranya adalah Rya Baraba. Desainer pakaian muslim itu membantu "mempercantik" penampilan Fatin.
"Iya baju Fatin yang dipakai pekan kemarin hasil karya saya. Semula saya keberatan Fatin pakai baju itu karena bajunya kan model ball gown dan itu saya pikir kurang pas buat Fatin. Tapi Rossa (mentor Fatin di X Factor Indonesia) maunya baju yang itu karena konsepnya biar kayak Barbie. Ya, akhirnya sudahlah Fatin pakai baju tersebut meski memang kurang pas buat dia," ujar Rya saat ditemui di butiknya, Jalan Cisangkuy No 6, Bandung, Selasa (14/5).
Rya mengaku senang diajak X Factor Indonesia untuk menyediakan pakaian bagi para kontestan. Namun dia akan menyesuaikan karakter pakaian hasil karyanya dengan sang kontestan yang akan memakainya. "Biar jatuhnya bagus. Pakaian itu kan oke di si A bagus, tapi belum tentu di si B juga bagus," kata perempuan bernama lengkap Hurya Baraba ini.
Untuk Fatin, Rya mengaku menyodorkan empat pakaian muslim hasil karyanya. Keempat pakaian itu didesain hanya dalam waktu satu malam, lalu diserahkan ke tukang jahit dan selesai dalam waktu singkat.
Rya bercerita pakaian hasil karyanya adalah pakaian muslim yang girly, glamor, penuh detail dan cutting, dengan ciri khas bling-bling. Pakaian seperti itu rata-rata digunakan untuk pesta.
Soal warna, Rya banyak memilih warna gelap. Ini dilakukan karena konsep pakaian yang diusungnya adalah pakaian ala Timur Tengah, yang didominasi warna-warna gelap. "Tapi saya kan jualan juga, jadi warna disesuaikanlah dengan selera pasar. Warna-warna terang dibikin juga, walau warna gelap tetap ada dan mendominasi," kata Rya.
Disinggung soal keahliannya dan mendesain pakaian muslim, Rya mengaku karena pernah kursus privat. Dia tidak mengambil sekolah formal di bidang desain. "Malah background saya adalah sekolah pariwisata. Saya bisa masak, bikin kue-kue," ujarnya.
Dari kursus privat itulah Rya menemukan bakatnya merancang pakaian. Akhirnya pada 2003, dia memutuskan menjadi perancang busana. Dua label pakaian pun dia telurkan, yakni Tuffa dan Rya Baraba. Tuffa lebih pada pakaian kasual, sedangkan Rya Baraba untuk pakaian pesta.
Segmen pasar kedua label juga beda. Jika Tuffa untuk kalangan menengah, Rya Baraba untuk kalangan atas. Karena untuk kalangan atas, harga yang ditawarkan juga berkisar Rp 500.000-Rp 6 jutaan per potong. "Produksi juga kalau Tuffa lebih ke ritel, Rya Baraba ini limited," kata perempuan berhidung bangir itu.
Karya Rya Baraba ini paling diminati warga Malaysia. Ciri khasnya yang bling-bling dengan gaya Timur Tengah banyak disukai warga Malaysia. Selain Malaysia, karya Rya juga menyebar sampai ke Kutai Kartanegara, Pare-pare, Makassar, dan wilayah Indonesia lainnya. Bahkan ada beberapa konsumen yang menjualnya kembali.
Nama Rya Baraba terkenal begitu tergabung dalam Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM). Namanya semakin melambung setelah karyanya tampil dalam fashion show Indonesia Fashion Week (IFW) di Jakarta beberapa waktu lalu. Dengan tema "Sweety Punk", karya Rya langsung mencuri perhatian tamu yang hadir di JCC.
Menurut Rya, "Sweety Punk" lahir karena terinspirasi anaknya yang menyukai musik keras. "Di rumah itu dia setel musik keras. Katanya buat bantu belajar, dan ternyata saya malah terinspirasi dari kesukaan anak saya itu," kata Rya. (*)