Selasa, 9 Juni 2026

Peternak Domba Dekat Papandayan Resah

Para peternak domba garut di kawasan kaki Gunung Papandayan semakin resah karena belum mendapat sosialisasi dari Pemerintah Garut mengenai

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
GARUT, TRIBUN - Para peternak domba garut di kawasan kaki Gunung Papandayan semakin resah karena belum mendapat sosialisasi dari Pemerintah Garut mengenai jalur evakuasi dan pengungsian bagi hewan-hewan ternaknya jika Gunung Papandayan meletus.

Ketua Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Garut, Deden, mengatakan setidaknya terdapat 400 padepokan atau peternakan domba garut di Kecamatan Cisurupan dan Bayongbong. Kebanyakan belum menerima informasi atau sosalisasi resmi mengenai status siaga Gunung Papandayan.

"Rata-rata setiap padepokan punya 20 atau 30 domba. Kalau dikalikan dengan harga domba yang rata-rata mencapai Rp 15 juta per ekor, terlihatlah betapa besar aset yang harus diselamatkan," kata Deden, Rabu (15/5).

Menurut Deden, para peternak pun akhirnya memilih menyusun rencana mandiri jika gunung ini meletus. Ratusan peternak yang punya padepokan atau peternakan di Kaki Gunung Papandayan, ujarnya, berinisiatif berencana mengungsikan domba-domba mereka ke sejumlah kandang domba anggota HPDKI lain di kawasan yang lebih aman seperti kawasan perkotaan Garut.

Namun, ujarnya, para peternak tetap berharap pemerintah menyosialisasikan rencana evakuasi ternak ini segera. Mereka pun berharap pemerintah menyediakan kandang darurat sebagai tempat pengungsian domba-domba.

"Domba-domba Garut dari Cisurupan dan Bayongbong merupakan domba garut unggulan. Peternak memang tidak akan memprioritaskan keselamatan domba jika dibanding nyawa mereka. Tapi, kalau terjadi apa-apa dengan domba ini, akan sangat disesalkan," kata Deden. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved