Selasa, 9 Juni 2026

Dua Anggota Geng Motor Ditangkap

Dua anggota geng motor Brigez asal Bandung ditangkap Polres Garut di kawasan Objek Wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa

Tayang:
Editor: Darajat Arianto
GARUT, TRIBUN - Dua anggota geng motor Brigez asal Bandung ditangkap Polres Garut di kawasan Objek Wisata Cipanas, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (14/5). Mereka tertangkap tangan saat menjual sepeda motor yang sebelumnya dicuri di Bandung.

Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Dadang Garnadi, mengatakan kedua anggota geng motor ini dijaring saat mencoba menjual satu unit sepeda motor Satria. Dua tersangka pencurian sepeda motor tersebut adalah RZ (25), warga Riung Bandung, dan GG (19) warga Rancasari Bandung.

"Mereka itu anggota geng motor yang juga menjadi residivis dalam kasus pencurian di Bandung. Kami langsung mengamankan mereka setelah mendengar ada informasi kegiatan mereka di Garut," kata Dadang di Mapolres Garut, Selasa (14/5).

Motor tersebut, menurut Dadang, dicuri di wilayah hukum Polsek Rancasari. Setelah diamankan, Polres Garut berkoordinasi dengan Polrestabes Bandung untuk melanjutkan proses hukum para tersangka.

"Dari situ, baru diketahui kalau keduanya masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang Polrestabes Bandung. Karena TKP pencurian mereka di Bandung, kami langsung serahkan keduanya ke Polrestabes Bandung untuk segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Salah satu anggota geng yang tertangkap, RZ, mengatakan himpitan ekonomi memaksa dirinya untuk melakukan aksi pencurian tersebut. Kepada petugas, RZ menuturkan telah bergabung dengan Brigez sejak tahun 2004.

"Saya terpaksa mencuri karena untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Saya tidak memiliki pekerjaan," tuturnya.

Sementara itu, untuk menanggulangi kejahatan dan teror geng motor, Polres Garut telah memberlakukan patroli dan operasi pekat secara rutin. Perwira Humas Polres Garut, Ipda Wien Christianingsih, mengatakan kegiatan rutin ini selalu digelar secara mendadak di sejumlah tempat yang terbilang rawan.

"Tujuannya untuk mencegah adanya tindakan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. Kita harus mencegah aksi-aksi yang meresahkan masyarakat," katanya.

Tidak hanya itu, Wien mengatakan Polres Garut melakukan beberapa program persuasif untuk menekan angka kriminalitas anggota geng kebanyakan berstatus pelajar atau seusianya. Salah satu upayanya dengan memberikan pemahaman tertib lalu lintas di setiap SMA di Kabupaten Garut. (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved