Teriakan Muat Gagalkan Perampokan Gudang
Teriakan Muat (45) mampu menggagalkan perampokan di gudang rotan milik Subandi di Tegawangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon,
Penulis: Tarsisius Sutomonaio | Editor: Darajat Arianto
Sebelumnya, Muat disekap tiga orang pria ketahuan sedang berusaha menjebol sebuah gudang rotan itu sekitar pukul 22.00. Tiga perampok itu menutup Muat menggunakan lakpan dan mengikat tangannya dengan baju kaos yang dikenakannya. Selain itu, ia mendapat banyak pukukan dengan besi di bagian tangan dan punggung.
Muat pun mendapat pukulan di wajah. Akibatnya, tangan kanan Muat mengalami luka sobek dan memar di punggung dan muka. Dipukul pakai besi di tangan dan punggung. Meski demikian, ia berhasil meloloskan diri dan berteriak minta tolong kepada warga di sekitar gudang itu.
"Waktu itu, saya baru habis buang air besar di semak-semak dekat gudang (rotan)," katanya di Kantor Polsek Weru, Kamis (25/6). Di perjalanan pulang, Muat bertemu dengan tiga orang yang berupaya membobol tembok gudang. Tiga orang itu langsung menangkap dan memukuli Muat.
Warga pun bergegas menuju ke gudang rotan itu tapi gagal mendapatkan tiga orang yang berusaha membobol gudang dan menyekap Muat. Bahkan, warga sempat mengepung tiga perampok itu dengan cara membakar semak belukar sebagai penerang tapi tiga orang itu tetap tak ditemukan.
Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Weru, Kompol Suyono, mengatakan menyelidiki kasus ini dengan mengirimkan sejumlah polisi di sekitar sungai dan di sekitar gudang demi menemukan barang bukti. Selain itu, polisi meminta keterangan dari Muat.
Ketua RT 04/02, Desa Tegalwangi, Budianto (43) mengatakan upaya perampokan gudang rotan di desa itu merupakan kali kedua. "Kami berusaha menggiatkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling)," katanya. Dia mengharapkan para pemilik gudang rotan menambah penerangan di sekitar gudangnya. (*)