• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Jabar

Oknum TNI Pembunuh Akhirnya Dihukum Mati

Rabu, 24 April 2013 16:01 WIB
Oknum TNI Pembunuh Akhirnya Dihukum Mati
Ichsan
Ratusan warga dari Desa Sindangsari, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, menggelar aksi unjukrasa di depan Pengadilan Militer II-09 Bandung di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (24/4/2013). Pengadilan Militer II-09 Bandung menggelar sidang terhadap oknum TNI Prada Mart Azzanul Ikhwan yang didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Ny Opon (39) dan anaknya Shinta Mustika (18) yang tengah hamil 8 bulan. Terdakwa akhirnya divonis mati.
BANDUNG, TRIBUN - Majelis hakim Pengadilan Militer II-09 Bandung akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada oknum TNI Prada Mart Azzanul Ikhwan. Terdakwa dinilai terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap Ny Opon (39) dan anaknya Shinta Mustika (18) yang tengah hamil 8 bulan.

"Mengadili dan menyatakan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tidak pidana pembunuhan berencana terhadap tiga nyawa sekaligus. Untuk itu majelis hakim menjatuhkan pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim, Letkol CHK Sugeng Sutrisno SH, dalam amar putusannya, beberapa saat lalu.

Mendengar vonis mati tersebut, terdakwa pun langsung tertunduk lesu. Sedangkan pengunjung sidang yang didominasi oleh keluarga korban langsung meneriakan takbir.

"Saya puas, saya bahagia. Keinginan kami terkabul. Terimakasih majelis hakim," kata H Juju Dadan (45), suami sekaligus ayah korban, usai persidangan.

Kasus pembunuhan oleh oknum anggota TNI di Garut itu terjadi pada 11 Februari 2013. Kasusnya berawal ketika Shinta (18) yang merupakan teman dekat pelaku meminta pertanggung jawaban atas kehamilannya.

Opon (39) atau ibu kandung Shinta yang tidak terima dengan kehamilan anaknya, bersama Shinta mendatangi pelaku ke markas kesatriannya di daerah Cikajang, Garut untuk meminta pertanggungjawaban dan mengancam akan melaporkan pelaku ke komandannya jika terdakwa tidak mau mengakui kehamilan Shinta.

Atas ancaman orangtua Shinta tersebut, korban gelap mata hingga akhirnya melakukan pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam jenis sangkur terhadap Opon dan Shinta yang saat itu tengah mengandung di sebuah kebun kentang di Kecamatan Cisurupan,  Kabupaten Garut.

Opon tewas dengan 12 luka tusukan, sedangkan Shinta yang tengah hamil 8 bulan menderita 18 luka tusukan. Pada kasus ini petugas POM TNI menyita satu unit sepeda motor, sebuah helm, dua unit ponsel, sebilah sangkur, tas, pakaian korban dan uang pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 1,5 juta. (*)
Penulis: san
Editor: dar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
179621 articles 4 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas