Rabu, 10 Juni 2026

Kunjungan Wisman ke Jabar Naik

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sejak tahun 2010 mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan. Hal itu dikatakan Kepala

Tayang:
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sejak tahun 2010 mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Drs Nunung Sobari MM saat membuka acara Pelatihan Sertifikasi Kepemanduan Wisata di Grand Hani Hotel, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/4).

"Data pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di Provinsi Jawa Barat yang kami peroleh dari Buku Pariwisata dan Kebudayaan dalam Angka Provinsi Jawa Barat tahun 2010 dan 2011, juga pada tahun 2012 mengalami peningkatan," ujarnya.

Pada buku tersebut tercatat, tahun 2010 sebanyak 498.163 orang, tahun 2011 sebanyak 573.074 orang, dan pada Tahun 2012 sebanyak 666.830. Sehingga jumlah kunjungan dari tahun 2010 terhadap tahun 2011 mengalami kenaikan sebesar 1,15 persaen,  dan jumlah kunjungan dari tahun 2011 terhadap tahun 2012 mengalami kenaikan sebesar naik 1,16 persen.

"Melihat data tersebut tentu saja sangat menggembirakan kita, walaupun ke depan perlu ditingkatkan lagi. Oleh karenanya, berbagai upaya dalam rangka meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Jawa Barat ini harus dilakukan, salah satunya wisatawan yang datang senantiasa harus dimanjakan atau dilayani segala kebutuhannya dengan mudah," jelas Nunung.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada wisatawan itu, lanjut Nunung, di antaranya perlu terus meningkatkan sumber daya manusianya terutama SDM kalangan pemandu wisata atau pramusiwata atau tourist guide melalui pelatihan-pelatihan dan berupaya agar setiap pramuwisata itu memiliki sertifikasi.

Karena pramuwisata merupakan salah satu unsur pariwisata yang bersinggungan langsung dengan layanan wisatawan dan memiliki peran penting bagi keberhasilan, kemudahan dan kenyamanan wisatawan. Pelatihan-pelatihan dan sertifikasi sangat diperlukan karena dalam menjalankan tugasnya, pemandu wisata harus memiliki standar kualifikasi layanan dan kompetensi yang cukup berupa sikap, pengetahuan, ketrampilan teknik serta 10 kode etik kepariwisataan dunia atau Global Code of Ethic for Tourism yang telah diratifikasi.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved