Nyaris Setahun Masih Minim Pengunjung
Keberadaan Museum Budaya Kabupaten Cianjur yang sudah berusia nyaris setahun masih belum mendapatkan tempat di masyarakat.
Penulis: cis | Editor: Darajat Arianto
"Ini dibuktikan dengan keberadaannya yang belum menjadi prioritas tujuan kunjungan masyarakat," kata Yan.
Yan mengatakan, kurang berminatnya masyarakat untuk mengunjungi museum yang menyimpan benda purbakala dan benda bernilai sejarah itu dipicu minimnya fasilitas pendukung dan upaya promosi.
Di samping itu Yan menilai jika informasi tentang keberadaan Museum Budaya tidak sampai kepada telinga masyarakat khususnya Kabupaten Cianjur. Akibatnya masyarakat banyak tak mengetahui tentang Museum Budaya.
"Penataan koleksinya masih minim dan banyak hal-hal, misalnya sejarah Kabupaten Cianjur banyak yang belum tersedia sehingga museum belum dijadikan sebagai pusat informasi dan budaya tentang Cianjur," ujar Yan.
Yan pun menilai, jika keberadaan museum di kawasan Kantor Bupati Cianjur Jalan Siti Jenab No 31 itu hanya sebagai formalitas belaka. Bahkan diresmikannya museum budaya sekitar Juli 2012 itu terkesan latah. Sebab Museum Budaya setelah pejabat dari museum pusat dari Jakarta mendatangi Cianjur.
"Untuk membangun sebuah museum itu membutuhkan kajian khusus. Belum lagi penjajakan sarana dan prasarana yang mendukung museum serta benda-benda yang akan dijadikan sebagai koleksi," kata Yan.
Yan menilai, untuk untuk mengenalkan Museum Budaya lebih jauh kepada masyarakat khususnya Kabupaten Cianjur tidak lah begitu sulit. Pemerintah seharusnya aktif melibatkan para guru-guru yang ada di setiap sekolah untuk menjadi media promosi dan mengajak para siswanya mengunjungi museum sekaligus sebagai media pembelajaran.
"Para siswa pasti antusias untuk mengenal benda-benda yang belum pernah dilihat dan memiliki nilai sejarah. Hanya saja perlu ditingkatkan kesadaran para guru-guru terhadap pentingnya mengunjungi museum," kata Yan.
Meski begitu, lanjut Yan, upaya promosi tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas museum. Pemerintah Kabupaten Cianjur, kata Yan, harus lebih memperhatikan keberadaan Museum Budaya sebagai pusat informasi bagi wisatawan dan tempat pembelajaran bagi para pelajar.
"Pemerintah harus lebih serius menjadikan museum menjadi tujuan prioritas dengan berbagai cara. Misalnya penambahan anggaran dan penambahan fasilitas seperti film dokumenter. Jangan sampai ada kesan museum itu dikategorikan sesuatu yang tidak penting atau dijadikan anekdot," kata Yan. (*)