Hingga Siang, Lokasi Longsor Ditonton Warga
Proses pencarian korban longsor sebuah tebing di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut
Pantauan hingga Minggu (21/4/2013) siang, proses pencarian korban longsor masih berlangsung. Tim pencaridari unsur TNI, Polri, BPBD dibantu warga sekitar masih mencoba menggali material longsoran tanah. Penggalian dengan alat manual berupa cangkul dibantu dengan semprotan air, supaya memudahkan penggalian.
Sampai saat ini tiga orang korban yang tertimbun longsor, belum bisa ditemukan. Puluhan warga sekitar yang penasaran untuk melihat lokasi longsor, rela berpanas-panasan hanya untuk sekadar melihat upaya pencarian. Namun, mereka tak diizinkan petugas untuk turun ke lokasi longsor yang ada di lembah. Pasalnya, longsor susulan masih berpotensi terjadi, akibat kondisi cuaca buruk.
"Kami melarang warga yang hendak ke lembah ke lokasi longsor. Warga hanya bisa melihat di atas bukit, soalnya bisa jelas terlihat di atas juga," kata Kepala BPBD Kabupaten Garut, Zatzat Munazat, kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Minggu siang.
Entin (43), salah seorang warga Samarang, Garut, mengaku sengaja datang ke kawasan Kamojang untuk melihat lokasi longsor. Ia mengetahui adanya longsor dari para tetangganya, Sabtu kemarin. "Saya ke sini sengaja aja ingin melihat lokasi longsor. Saya ini dengan anak saya. Memang ke daerah sini jalannya sulit harus melalui jalan setapak pegunungan," kata Entin.
Hal sama dikatakan, Muhammad (18) warga Samarang lainnya yang datang ke lokasi kebetulan akan ke arah Kamojang. Namun, saat di perjalanan mendengar ada bencana longsor yang menimbun tiga orang. "Saya awalnya mau ke Kamojang, tapi katanya ada longsor besar di sini, saya penasaran dan melihat ke sini," kata dia
Diberitakan sebelumnya, sebuah tebing pegunungan dengan ketinggian sekitar 300 meter di Desa Sukakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, longsor, Sabtu kemarin. Longsor itu menimpa tiga orang warga yang sedang bertani di bawahnya. Mereka adalah Elah (40), Enoh (40) dan Juhaena (36). Semua korban berasal dari Kampung Pamulaan RT 01/01 Desa Parakan, Kecamatan Samarang. (Kompas.com)