Perbaikan Infrastruktur Jadi Harapan Organda
Di antaranya, makin banyaknya pemakaian kendaraan roda dua. Diperkirakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pun dapat berefek
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
Menurut Ketua DPD Organda Jabar, Aldo F Wiyana, hal itu terjadi karena banyak faktor. Di antaranya, makin banyaknya pemakaian kendaraan roda dua. Diperkirakan, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pun dapat berefek pada load factor.
Aldo menegaskan, pihaknya menginginkan kenaikan BBM secara merata. Artinya, jelas dia, jajarannya tetap berpatokan pada usul awal, yaitu kenaikan merata bagi kendaraan pribadi, kecuali kendaraan berpelat kuning.
Aldo menyatakan, seandainya kenaikan BBM secara merata yang diberlakukan pemerintah, harapannya, hal itu dapat mendongkrak load factor angkutan umum, misalnya, bus, angkutan kota (angkot), taksi, dan
lainnya.
Meski demikian, imbuhnya, pemerintah tetap turun tangan, yaitu dalam hal penyediaan dan perbaikan infrastruktur transportasi umum. "Umpamanya, halte, terminal, termasuk jalan," ucap Aldo, Sabtu (20/4).
Aldo berpendapat, saat ini, di Jabar, sarana infrastruktur, khususnya, jalan, kondisinya buruk. Indikatornya banyak ruas jalan di tatar Pasundan yang bolong dan berlubang. Hal itu, membuat mobilitas transportasi umum terhambat.
Akibatnya, tutur Aldo, biaya operasional dan perawatan meningkat. Itu karena waktu tempuh yang lebih lama membuat konsumsi BBM lebih banyak. "Kondisi jalan yang rusak membuat perawatan lebih ekstra," serunya. (*)