Senin, 22 Desember 2014
Tribun Jabar

Sopir Nissan Juke Jadi Tersangka

Selasa, 9 April 2013 10:35 WIB

Sopir Nissan Juke Jadi Tersangka
Firman Wijaksana
Pihak kepolisian bersama Jasa Marga, Dishub dan saksi ahli dari agen tunggal pemegang merek (ATPM) Nissan Indonesia, melakukan pemeriksaan terhadap mobil Nissan Juke di Pos Polisi Cileunyi, Senin (8/4/2013). Lima orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua kendaraan di jalan tol Purbaleunyi ruas Kopo KM 135, Bandung, Minggu (7/4/2013). Dua kendaraan yang terlibat kecelakaan itu adalah Daihatsu Xenia R 1881 NK dan Nissan Juke AB 241 TA. Sopir Nissan Juke dan seorang penumpang Xenia selamat.
* Pernah Unggah Foto Kecepatan 160 Km/Jam

BANDUNG, TRIBUN
- Pihak kepolisian menetapkan pengemudi Nissan Juke maut, Muhammad Dwigusta Cahya (19), menjadi tersangka dalam kecelakaan di tol Purbaleunyi, Minggu (7/4). Penetapan ini dilakukan setelah kepolisian mendatangkan saksi ahli dari agen tunggal pemegang merk (ATPM) Nissan Indonesia pada Senin (8/4) sore.

"Dari hasil pemeriksaan bekerja sama dengan tim dari Dishub, Jasa Marga, dan ATPM, kepolisian menetapkan pengemudi Nissan Juke menjadi tersangka," ujar Kasatlantas Polres Bandung, AKP Lukman Syarif, di Pos Polisi Cileunyi, Senin (8/4).

Penetapan ini, kata dia, dilakukan karena pengemudi Juke lalai dalam mengendarai mobilnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari ATPM, mobil Juke melaju dengan kecepatan melebihi batas maksimal. Padahal batas kecepatan maksimal mobil di tol hanya 80 kilometer per jam.

Lukman mengatakan, kondisi mobil sebelum terjadi kecelakaan tidak mengalami kerusakan. Jadi, faktor kelalaian manusia menjadi penyebab utama kecelakaan dua hari lalu. "ATPM pun menyatakan kondisi mobil normal. Yang menjadi penyebabnya adalah sopir membawa mobil melebihi batas normal," kata Lukman.

Pemeriksaan Nissan Juke milik Dwigusta dilakukan oleh ATPM di Pos Polisi Cileunyi kemarin sore. Pihak ATPM melakukan pemeriksaan selama dua jam. Hasil pemeriksaan itu menjadi landasan bagi polisi untuk menetapkan Dwigusta menjadi tersangka.

Tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) juga sudah melakukan tes urine terhadap Dwigusta. Dari hasil tes tersebut, Dwigusta dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba ataupun alkohol.

Kepala Bagian Humas dan Hukum Rumah Sakit Sartika Asih, Nita Gianita, menuturkan, Dwigusta sudah mulai sadar, tapi belum bisa diganggu. Baru pihak keluarga yang bisa menjenguk. "Ia sudah sadar dan masih syok atas kejadian yang menimpanya kemarin," kata Nita di Rumah Sakit Sartika Asih, kemarin.

Kondisi Dwigusta juga mulai membaik. Namun sampai kemarin belum ada keterangan lebih lanjut dari Dwigusta. Dwigusta masih dirawat di kamar Lodaya Mawar Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.

"Sudah ada keluarga yang datang. Barusan juga ada yang besuk, dosen ITT Telkom. Kalau dari keluarga katanya baru omnya yang datang. Saya kurang tahu juga soalnya baru ganti piket," kata petugas polisi Polres Bandung.

Kamar perawatan Dwigusta di RS Sartika Asih dijaga ketat oleh dua orang polisi. Pihak media yang sejak pagi menunggu tidak diizinkan masuk ke ruang perawatan.

Dwigusta adalah mahasiswa semester dua IT Telkom Bandung. Saat kejadian ia akan menuju kampusnya di Dayeuhkolot. Di kilometer 135+ 700 tol Padaleunyi, mobil yang dikendarai Dwigusta oleng dan menabrak median jalan, kemudian meloncat dan menyeberang melawan arus. Dari arah Cileunyi, datang mobil Xenia. Nissan Juke menghantam bagian kanan atas Xenia. Lima orang penumpang di Xenia tewas dan satu orang berhasil selamat. Rencananya penumpang di Xenia itu akan melayat saudaranya yang meninggal di Cikarang.

Agung Nugroho (12), penumpang mobil Xenia yang selamat, sudah pulang bersama keluarganya Minggu (7/4) malam.  (aa/dic)
Penulis: wij
Editor: dar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas