Rabu, 10 Juni 2026

Diterjang Banjir, Pasokan ke Minimarket Terhambat

Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia Jabar, Henri Hendarta, menyatakan, para pelaku ritel, seperti mini market di kawasan Bandung

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sekretaris DPD Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jabar, Henri Hendarta, menyatakan, para pelaku ritel, seperti mini market di kawasan Bandung Selatan, yaitu Baleendah dan Dayeuhkolot, mengalami kerugian yang tidak sedikit. Hal itu terjadi sebagai dampak terjangan banjir.

Henri menjelaskan, banjir itu menyebabkan jalur distribusi barang ke minimarket-minimarket di kawasan itu tidak dapat dilalui. Akibatnya, pasokan pun terhambat. Diperkirakan, di wilayah itu terdapat puluhan toko yang aktivitasnya terganggu.

Menurutnya, banyak toko yang tutup karena selain karena terendam banjir, toko pun sepi konsumen. "Saya kira konsumen lebih memilih tinggal di rumah untuk menjaga harta bendanya daripada berbelanja," ucap Henri, Senin (8/4).

Seperti halnya industri, Henri menyatakan, banjir itu pun menyebabkan kerugian bagi para pelaku minimarket. Dia memperkirakan, kerugiannya maksimal sekitar Rp 10 juta per toko setiap harinya. Menurutnya, jika di wilayah itu terdapat sekitar 50 toko, berarti, kerugiannya dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Melihat kondisi itu, Henri menegaskan, pemerintah, baik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, idealnya melakukan langkah-langkah kongkrit. Terlebih, terjangan banjir terjadi hampir setiap tahun. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved