Selasa, 27 Januari 2015

Kasus Hambalang, KPK Mengarah ke Anggota DPR

Jumat, 5 April 2013 15:38 WIB

Kasus Hambalang, KPK Mengarah ke Anggota DPR
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu Hambalang di Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5/2012).

"Setelah diperiksa dua jam sebagai saksi, saya lihat makin mengerucut dan untuk penguatan dakwaan. Ada juga beberapa pertanyaan ke saya soal legislatif," kata Adhyaksa di Gedung KPK, Jakarta.  

Menurut Adhyaksa, pemeriksaan keduanya ini sudah mengarah ke pendalaman kasus. Ada hal-hal baru mengenai anggota DPR dan sejumlah tokoh yang ditanyakan kepadanya. "Kan saya jadi menteri selama lima tahun tuh, kan kenal tokoh-tokoh dan anggota DPR, jadi tuh arahnya lebih ke pendalaman lah," ungkap Adhayaksa.

Sayangnya, dia enggan menyebutkan nama anggota DPR dan tokoh-tokoh lain yang digali perannya oleh penyidik KPK tersebut. Adhyaksa mengaku diajukan pertanyaan mengenai perubahan anggaran Hambalang dari Rp 125 miliar menjadi Rp 2,5 triliun.

Persetujuan alokasi anggaran proyek tersebut, melalui pembahasan di DPR, tepatnya di Komisi X. "Pokoknya ada pertanyaan ke saya tentang anggota dewan, itu saja. Kan saya lima tahun jadi menteri nih, kenapa anggaran dari Rp 125 miliar jadi Rp sekitar 2,7 triliun, itu kan bukan pada periode saya," kata Adhyaksa.

Dalam kasus Hambalang, KPK menetapkan empat tersangka. Keempatnya adalah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Deddy Kusdinar, petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noer, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum.

Adapun Andi, Deddy, dan Teuku Bagus ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan melakukan perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan wewenang, sementara Anas diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek Hambalang.

Diduga, saat penerimaan hadiah itu terjadi, Anas masih menjabat ketua fraksi Partai Demokrat di DPR. Sejak dalam tahap penyelidikan, KPK menduga ada yang janggal dengan proses penganggaran proyek Hambalang. Salah satunya, mengenai persetujuan kontrak tahun jamak (multiyear).

Halaman12
Editor: dar
Sumber: Kompas
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas