Selasa, 9 Juni 2026

Pendidikan Sejarah Perlu Dibuat Efektif dan Menarik

Seminar yang digelar Disparbud Jabar melalui Bidang Kebudayaan hingga Rabu (27/3) itu menghadirkan pembicara dari para pakar seperti

Tayang:
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Sebanyak  125 peserta dari kalangan akademisi termasuk guru dan dosen serta masyarakat umum mengikuti Seminar Kesejarahan bertema "Penanaman Nilai-Nilai Kesejarahan di Jawa Barat" di Museum Sri Baduga, Bandung, Selasa (26/3).

Seminar yang digelar Disparbud Jabar melalui Bidang Kebudayaan hingga Rabu (27/3) itu menghadirkan pembicara dari para pakar seperti Drs Endjat Djaenuderadjat Direktur Sejarah dan Nilai Tradisi Direktorat Jenderal Kebudayaan - Kemendikbud, Prof Dr Yus Rusyana, Guru Besar Sekolah Pasca Sarjana UPI, Prof Dr Hj Nina Herlina Lubis MSi Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad), Dr Ellis Suryani NS Filolog Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Prof Dr H A Sobana Hardjasaputra MA Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad dan Unigal, dan Dra Popong Otje Djundjunan Anggota Komisi X DPR-RI.

Prof Dr Yus Rusyana Guru Besar Sekolah Pasca Sarjana UPI pun mengatakan metode pendidikan sejarah di sekolah perlu disusun secara  efektif dan menarik agar mudah diterima oleh siswa di sekolah-sekolah. Prof Dr Hj Nina Herlina Lubis, MSi Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unpad pun menambahkan bahwa Jawa Barat melahirkan banyak pahlawan, namun banyak di antara mereka yang belum dikenal.

Dr Ellis Suryani NS Filolog Fakultas Ilmu Budaya Unpad mengatakan Jawa Barat memiliki potensi kesejarahan yang sangat bernilai. Salah satunya bisa ditemukan pada prasasti-prasasti atau naskah-naskah kuno. Namun,  potensi prasasti-prasasti atau naskah-naskah kuno di Jawa Barat belum terungkap semuanya, sehingga perlu adanya keberpihakan pemerintah dan dukungan masyarakat dalam melakukan penggalian kesaejarahannya.

Sementara Prof Dr H A Sobana Hardjasaputra MA Guru Besar Ilmu Sejarah Unpad dan Unigal)lebih menuntut kalangan akademisi agar tidak hanya cakap dalam mengajar, tapi juga harus cakap dalam menulis.

Sedangkan Dra Popong Otje Djundjunan Anggota Komisi X DPR-RI menagatakan nilai-nilai kesejarahan itu penting dalam pembentukan karakter masyarakat Jawa Barat. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved