Jumat, 28 November 2014
Tribun Jabar

KPK Periksa Mantan Dirjen Kementerian Pertanian

Jumat, 22 Maret 2013 11:27 WIB

JAKARTA, TRIBUN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Prabowo Respatiyo sebagai saksi terkait penyidikan kasus dugaan korupsi rekomendasi kuota impor daging sapi, Jumat (22/3/2013). Prabowo yang kini menjadi staf ahli menteri bidang investigasi pertanian itu tiba di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Diperiksa untuk empat tersangka," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di Jakarta, Jumat.

KPK memeriksa Prabowo karena dia dianggap tahu seputar kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq tersebut.

Pada awal Desember lalu, Menteri Pertanian Suswono mencopot Prabowo dari jabatan Dirjen. Prabowo dilantik sebagai Dirjen Peternakan dan Keswan pada 1 November 2010. Selama menjabat sebagai Dirjen Peternakan dan Keswan, berbagai masalah di subsektor peternakan terungkap ke permukaan dan menjadi perhatian publik.

Prabowo juga sempat membuat heboh Kementerian Pertanian, dengan mengungkap berbagai kasus penyimpangan dalam impor daging sapi, yang kemudian ramai diberitakan media massa.

Selain memeriksa Prabowo, KPK hari ini memanggil pegawai negeri sipil Kementan Ahmad Fikri dan Luthfi sebagai saksi. Sebelumnya, KPK memeriksa Dirjen Peternakan yang baru, Syukur Irwantoro. Seusai diperiksa, Syukur mengaku telah menjelaskan soal Mentan Suswono kepada penyidik KPK.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka, yakni mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq serta orang dekatnya, Ahmad Fathanah, dan Direktur PT Indoguna Utama, Juard Effendi serta Arya Abdi Effendi. Luthfi dan Fathanah diduga menerima pemberian hadiah Rp 1 miliar dari Arya dan Juard terkait rekomendasi kuota impor PT Indoguna Utama.

Luthfi diduga "menjual" pengaruhnya untuk mengintervensi pihak Kementerian Pertanian. Meskipun bukan anggota Komisi IV DPR yang bermitra dengan kementerian ini, posisi Luthfi sebagai Presiden PKS dianggap memiliki pengaruh besar karena Suswono adalah Menteri Pertanian yang berasal dari PKS. Kementerian Pertanian adalah penentu kuota impor daging sapi, yang mengeluarkan rekomendasi untuk perusahaan yang akan mengimpor daging tersebut. (*)
Editor: dar
Sumber: Kompas

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas