Uus Terpaksa Angkat Ember 21 Kali Tiap Hari
Warga RT 03/RW 14 Kampung Buniwangi, Kelurahan Bojongherang, Cianjur, Uus Usman (41), setiap hari harus mondar-mandir mengambil air
Penulis: cis | Editor: Darajat Arianto
Itu dilakukannya untuk memenuhi tiga kamar mandi yang ada di rumahnya akibat suplai air bersih dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Mukti tersendat.
"Untuk satu kamar mandi saya harus bolak-balik sebanyak tujuh kali agar baknya penuh. Kalau tiga kamar mandi bisa dihitung sendiri kan," ujar Uus kepada Tribun di kediamannya, Kamis (21/3). Ia haurs berjalan sebanyak 100 langkah kaki untuk mengangkat ember dari tetangganya pemilik sumur.
Kondisi tersebut, kata Uus, sudah berlangsung selama dua minggu. Ia pun sudah mengeluhkan hal tersebut ke PDAM Tirta Mukti. Namun sampai kemarin suplai air tetap belum mengalir. Bahkan debit air tak lagi keluar.
"Padahal saya setiap bulannya rutin membayar tagihan sebesar Rp 90 ribu. Tapi air yang kami butuhkan tidak mengalir sama sekali hingga mau tidak mau saya harud ambil air di tetangga," ujar Uus.
Ketua RT 03, Dindien Basyiruddin (60), membenarkan hal tersebut. Dikatakannya, warga yang menjadi pelanggan PDAM memang mengeluhkan suplai air bersih yang tersendat sejak lama. Namun, kata dia, memang tidak semua warga yang kesulitan air lantaran ada yang juga menggunakan air sumur ketika suplai PDAM berhenti.
"Sebagian warga yang menggunakan air dari PDAM memang kesulitan air. Itu bagi warga yang hanya mengandalkan air dari PDAM saja. Kalau ada yang pakai sumur tidak begitu kesulitan," ujar Dindien kepada Tribun, Kamis (21/3).
Sementara itu, Yayasan Lembaga Konsumen Cianjur (YLKC) mencatat jika suplai air bersih dari PDAM Tirta Mukti di Kelurahan bojongherang sudah tersendat sejak tiga bulan yang lalu. Bahkan tidak hanya di satu lokasi saja, yakni di Kelurahan Muka juga mengalami hal yang sama.
"Berdasarkan laporan masyarakat yang masuk kepada kami kalau, PDAM sekarang sering tidak ada airnya ketimbang banyak airnya," kata Ketua YLKC , Agung Nur Jamil Nugraha kepada Tribun di ruang kerjanya, Kamis (21/3).
Akibat tersendatnya suplai air, kata Agung, pelanggan PDAM di kedua kelurahan tersebut kesulitan melakukan kegiatan sehari-harinya terutama aktivitas rumah tangga. (*)