Wayang Golek Digelar di Dago Tea House
Yayasan Tikar bekerjasama dengan BPTB Jabar dan Graduate School of Uman Sciences Osaka University akan menggelar pertunjukan Wayang
Penulis: Dedy Herdiana | Editor: Darajat Arianto
Menurut Endo Suanda, Direktur Yayasan Tikar, para siswa sebelum mengapresiasi pertunjukan akan mendapat paparan dan diskusi tentang "Membaca Komik dan Menonton Wayang, oleh Dr Madoka Fukuoka dari Graduate School of Uman Sciences Osaka University. Kebetulan Madoka Fukuoka sedang melakukan penelitian tentang Komik Wayang karya RA Kosasih. Selain itu akan mendapat paparan singkat dari Dalang Apep Hudaya tentang makna dan teknik main wayang serta lakon yang akan dibawakannya, yaitu Anoman Duta suatu episode Ramayana.
"Pertunjukan ini terbuka bagi pelajar manapun. Sementara ini, kami sudah mengundang sebanyak 15 sekolah mulai SD sampai SLTA, tapi bagi sekolah yang tidak diundang pun silakan datang," kata Endo saat ditemui wartawan di selasar Gedung Teater Terbuka Dago Tea House, BPTB Jabar, Rabu (13/3).
Sedangkan untuk pertunjukan malamnya yang dimulai pukul 20.00, lanjut Endo, akan dipentaskan pertunjukan Wayang Golek lakon Jaya Perbangsa (Gatotkaca Gugur) oleh Dalang Apep Hudaya. Lakon ini merupakan episode dari Baratayuda-Mahabarata, dengan iringan gamelan tradisional garapan Lili Siparli, dosen Karawitan STSI Bandung.
"Melalui kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan daya kepekaan dan kecerdasan kita dalam mengangkat nilai yang ada pada seni tradisi," ujar Endo.
Sementara
Dalang Apep mengatakan dalam pertunjukannya untuk kalangan pelajar, ia
akan lebih menonjolkan sisi hiburannya, dibanding sisi pendidikan dan
informasinya. Karena diakuinya kalangan pelajar masih banyak yang
mengenal pertunjukan wayang golek.
"Karena kalangan pelajar itu kebanyakan kenal wayang golek itu adalah si Cepot. Maka saya akan coba mengenalkan dulu lewat unsur hiburannya," tutur Apep yang dalam memainkan lakon wayangnya kerap mencoba mengaitkan dengan kondisi kekinian yang modern dan pemahaman logika masa sekarang. (*)