Selasa, 9 Juni 2026

Ramadhan: Sebut Ibas Terlibat, Khayalan Tingkat Tinggi

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan tidak masuk akal jika nama Sekretaris Jenderal PD Edhie Baskoro Yudhoyono

Tayang:
Editor: Darajat Arianto
JAKARTA, TRIBUN - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan tidak masuk akal jika nama Sekretaris Jenderal PD Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas disebut-sebut terlibat kasus Hambalang. Menurutnya, hal itu hanyalah ucapan khayalan tingkat tinggi.

"Pengacara Nazaruddin saja enggak pernah sebut nama Mas Ibas. Kalau Mas Ibas disebut dalam Hambalang itu khayalan tingkat tinggi," ujarnya dalam diskusi 'Efek Anas Makin Panas', di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2013). Sebelumnya, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyatakan siap membongkar keterlibatan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas dalam proyek Hambalang.

Hal itu disampaikan Anas secara tidak langsung saat wawancara dengan RCTI, Rabu (27/2/2013) dini hari. Anas mengaku pernah ikut dalam pertemuan antara Amir Syamsuddin dan Nazaruddin terkait kasus Hambalang.

Saat itu, menurut Anas, Amir meminta keterangan Nazaruddin mengenai aliran dana Hambalang. Ketika ditanya apakah Ibas ikut menerima aliran dana Hambalang, Anas mengatakan, Amir-lah yang paling pas untuk menjelaskannya. "Saya hanya ikut rapat dan mendengarkan. Jadi, kalau hadis, rawahu-nya Pak Amir. Kecuali Pak Amir pas ditanya tak mau menjelaskan, pemain penggantinya adalah saya," kata Anas.

Ramadhan pun menyesalkan pernyataan Anas ke media belakangan ini. "Kok, Cak Anas berubah, dulu bukan seperti sekarang. Dulu saling menimba ilmu, kok sekarang menyerang Demokrat," kata dia.

Dalam diskusi, Ramadhan pun menyangkal dokumen yang beredar soal aliran dana 900 ribu dollar AS untuk Ibas. Ia mengatakan lembaran yang beredar tersebut kemungkinan rekayasa. "Itu bukan dokumen. Bisa diketik saja kan itu," ujarnya.

Beredar di kalangan wartawan di DPR satu dokumen laporan keuangan PT Anugerah Nusantara milik Muhammad Nazaruddin. Dokumen yang diduga milik Yulianis, Direktur Keuangan PT Anugerah Anugerah, disebutkan bahwa Ibas menerima uang sebesar 900 ribu dollar AS, yang diterima dalam empat tahap.

Pertama, pada29 April 2010 dikirim 600 ribu dollar AS dalam dua tahap masing-masing 500 ribu dan 100 ribu dollar AS. Lalu pada 30 April 2010, kembali tercantum ada kiriman untuk Ibas, juga dalam dua kali pengiriman, masing-masing 200 ribu dan 100 ribu dollar AS. (*)

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved