Persib Vs Persija
Umuh: Jadilah Bobotoh Sejati
Karena pihaknya telah siap menjamin keamanan dan keselamatan fasilitas stadion, ia meminta penonton yang akan hadir bisa menjaga keamanan
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Darajat Arianto
"Saya tandatangani kesepakatan untuk menggunakan Jalak Harupat. Termasuk menanggung risiko jika ada kerusakan disana," kata Manajer Persib H Umuh Muhtar kepada wartawan di kawasan Trans Hotel Jalan Gatot Subroto Bandung, Kamis (28/2) malam.
Karena pihaknya telah siap menjamin keamanan dan keselamatan fasilitas stadion, ia meminta kepada penonton yang akan hadir pada laga klasik tersebut, bisa menjaga keamanan dan situasi di stadion.
"Buat bobotoh dari luar kota yang akan hadir, saya sarankan lebih baik nonton di TV saja. Kami khawatir stadion tidak bisa menampung. Jangan memaksakan diri. Dan jika tidak ada tiket, jangan memaksakan masuk ke stadion," kata Umuh.
Hal itu ditegaskan Umuh, karena stadion si Jalak Harupat saat ini, menggunakan sistem satu kursi untuk satu orang yang akan disesuaikan dengan penomoran nomor kursi di lembaran tiket.
"Jadi kalau tidak tertampung, tidak akan sesuai dengan tiket. Dan jika begitu, kami akan kena denda. Belum lagi dengan potensi kerusakan fasilitas stadion jika sudah tidak bisa menampung penonton," ujarnya.
Karena laga tersebut akan mempertemukan dua tim yang sudah sejak lama bersaing dalam kancah persepakbolaan nasional, dan tidak jarang usai pertandingan oknum bobotoh selalu membuat onar, pihaknya pun memperketat pengamanan mulai dari luar stadion hingga di dalam stadion.
"Kalau lawan Persija, memang suka ada oknum mengatas namakan bobotoh yang tidak suka sama Persib. Makanya, untuk besok, kami harap bobotoh bisa saling menjaga sesama dan menjaga fasilitas stadion. Jadilah bobotoh sejati," ujarnya.
Umuh menambahkan, pihaknya tidak akan segan-segan jika ada oknum bobotoh yang mencoba masuk tanpa tiket. Pasalnya, pihaknya akan bertindak tegas atas tindakan semacam itu.
"Kalau ada yang masuk tanpa tiket, mohon maaf, kami akan usir. Dan jika ada yang merusak, pihak keamanan sudah membuat keputusan untuk menangkap dan memprosesnya secara hukum," kata Umuh. (*)