Selasa, 9 Juni 2026

Cuaca Ekstrem Gagalkan Panen Jeruk Garut

Menurut Ateng Wanjana (45), petani jeruk garut akibat cuaca ekstem, sekitar 60 pohon jeruk miliknya rusak karena jeruk

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
GARUT, TRIBUN - Cuaca ekstrem pada akhir 2012 membuat sejumlah kebun jeruk garut di Kecamatan Samarang dan Bayongbong gagal panen. Para petani pun mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Petani jeruk garut di Kampung Cimencek, Desa Cintaasih, Kecamatan Samarang, Masri Rukaya (72), mengatakan, akibat curah hujan tinggi dan angin kencang, bunga jeruknya yang mekar pada Oktober tahun lalu berguguran pada akhir 2012.

Menurut Ateng Wanjana (45), petani jeruk garut di Kampung Cioyod, Desa Mekarjaya, Kecamatan Bayongbong. Akibat cuaca ekstem, sekitar 60 pohon jeruk miliknya rusak karena jeruk garutnya rontok. Jeruknya yang berusia enam bulan berguguran karena diserang penyakit akibat cuaca ekstrem.

"Padahal tinggal dua bulan lagi panen. Jeruk yang sudah besar kena bintik hitam, menguning, terus jatuh sebelum waktunya. Akhirnya gagal panen," kata Ateng.

Menurut Ateng, jeruk garut memang agak manja karena membutuhkan perhatian khusus untuk merawatnya sampai panen. Dibandingkan jeruk jenis lainnya, jeruk garut membutuhkan pemupukan lebih banyak.

Ateng mengatakan jeruk garut di kebunnya baru bisa dipanen pada Mei mendatang. Karena baru panen sekali, satu pohon di kebunnya baru bisa meghasilkan sekitar 10 sampai 20 kilogram.

"Pemerintah sampai saat ini belum memberikan pembinaan bagaimana cara merawat jeruk garut. Kalau dibiarkan, jeruk garut bisa terserang wabah lagi dan akan punah di tanah kelahirannya sendiri," kata Ateng.

Sepertinya, kenikmatan yang hanya didapat dari jeruk berkulit hijau dan oranye ini hampir sulit didapat. Pamor jeruk garut yang memuncak pada tahun 80-an dan 90-an ini kian redup, tertutup berbagai jenis jeruk impor dari Cina, Amerika, atau Pakistan.

Selain itu, produksi jeruk garut pun terus menurun. Serangan virus terhadap kebun-kebun jeruk di Kabupaten Garut pada tahun 80-an membuat para petani jeruk sempat membabat habis pohon-pohon jeruk milik mereka dan menggantinya dengan tanaman lain. Selain itu, letusan Gunung Galunggung pada 1982 pun membuat sebagian besar pohon jeruk garut mati.

Jeruk yang ternilai mewah ini, hanya bisa didapatkan di Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan sekitarnya. Sebab, masih terbatasnya jumlah perkebunan jeruk garut ini menghambat pemasaran ke daerah yang lebih jauh lagi.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved