Senin, 22 Desember 2014
Tribun Jabar

Pelajar Antusias Terjemahkan Naskah Drama Sunda

Kamis, 21 Februari 2013 15:15 WIB

BANDUNG, TRIBUN - Ajang Festival Drama Basa Sunda Pelajar (FDBS-P) Jawa Barat dan Banten baru dua kali dilaksanakan Teater Sunda Kiwari yang mendapat dukungan dari Bidang Kesenian dan Perfilman Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat. Meski baru dua kali namun banyak hasil yang patut dibanggakan.

"Kebanggaan itu antara lain berupa keseriusan anak-anak muda dalam menerjemahkan naskah drama berbahasa Sunda di atas panggung, serta apresiasi dan antusiasme penonton yang sebagian besar dari kalangan anak muda. Karena hampir setiap harinya gedung (Rumentangsiang, red) selalu dipadati penonton," ujar Ketua Teater Sunda Kiwari, R Dadi Danusubrata, yang menurut laporan jumlah penonton kalangan pelajar mencapai 13 ribu orang.

Festival ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Bahasa Ibu Sedunia, Teater Sunda Kiwari. Proses dan waktu penyelenggaran festival cukup panjang yakni sejak Jumat (1/2) hingga Rabu (20/2) malam. Sementara acara penutupan yang digelar di Gedung Kesenian Rumentang Siang, Jalan Baranang Siang, Rabu (20/2) malam

Menurut Dadi, antusiasme dan kesariusan pelajar pada bahasa Sunda ini terlihat jelas. Karena keenam naskah yang ditawarkan untuk dipentaskan seperti "Teroris" karya Dhipa Galuh Purba, "Benang Kusut" karya Arthur S Nalan, "Kacingcalang" karya Dadan Sutisna, "Nagri Katumbiri" karya Nazaruddin Azhar, "Tungtungna Tunggara" karya Ayi G Sasmita dan "Gandrung New York" saduran bebas Rosyid E Abby dari Naskah New Yorker in Tondo karya Marcelina Argana Jr, merupakan naskah drama bahasa Sunda yang terbilang sulit.

"Ini menunjukan kalau drama bahasa Sunda maupun bahasa Sunda-nya sendiri dikalangan anak muda masih digemari dan belum punah," ujar Dadi.

Rasa bangga dan apresiasi akan pelaksanaan Festival Drama Basa Sunda Pelajar II 2013, juga diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jabar Uu Rukmana, dan Kabid Kesenian dan Perfilman Disparbud Jabar Agus Hanafiah, yang menutup rangkaian festival. Terhadap kelangsungan festival tahunan tersebut, baik Uu maupun Agus berniat untuk mengupayakan dukungan pendanaan.

"Adaya festival drama bahasa Sunda pelajar ini menjadi ajang pendidikan dan pemberian pengamalan pada generasi muda yang sebagai aset penerus seni drama dan pelesatari bahasa Sunda," kata Agus.

Pada penutupan Festival Drama Basa Sunda Pelajar II 2013 semalam, TSK membuka dengan menampilkan drama berjudul "Punden-punden Anu Rempag" karya almarhum Hidayat Suryalaga. Drama yang  mengisahkan tentang nilai-nilai kesucian serta etika yang sudah ditabrak dan tidak terlihat lagi dalam kehidupan itu cukup menghibur semua hadirin yang hadir. Karena cerita itu banyak menceritakan di panti jompo yang banyak diselipkan unsur humor. (*)
Penulis: ddh
Editor: dar

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas