Selasa, 9 Juni 2026

Jelang AEC, Dunia Usaha Harus Peroleh Insentif

Untuk terus meningkatkan eksistensi dan daya saing industri dalam negeri agar tidak tergerus persaingan globalisasi, idealnya pemerintah melakukan

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Untuk terus meningkatkan eksistensi dan daya saing industri dalam negeri agar tidak tergerus persaingan globalisasi, idealnya pemerintah melakukan berbagai langkah kongkrit. Namun, menjelang bergulirnya ASEAN Economic Community (AEC), sejauh ini pemerintah terkesan belum melakukan atau menyiapkan strategi kongkrit.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jabar menuturkan, untuk menyikapi AEC 2015, sebaiknya, pemerintah di negara ini, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar mencontoh negara-negara lain untuk mendukung sektor industri. Misalnya memberikan insentif.

Sebagai contoh, kata Deddy, pemerintah memberikan keringanan, kemudahan, serta kepastian baik izin, keamanan, dan sebagainya. "Sebetulnya, meski memberi insentif, pemasukan pemerintah tidak hanya melalui PAD (Pendapatan Asli Daerah), Akan tetapi, pemerintah tetap memperolah pemasukan. Itu dapat terjadi melalui skema lain," katanya Selasa (19/2).

Jika tidak ada dukungan nyata, seperti pemberian insentif, Deddy memprediksi, industri nasional, yang mayoritas berada di Jabar, dapat kian kalah bersaing dan akhirnya, bisa gulung tikar. "Pastinya, Jabar terkena imbasnya karena ribuan industri berlokasi di Jabar, seperti TPT, alas kaki, elektronik, dan sebagainya," seru Deddy.  (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved