Bocah 5 Tahun Penuh Luka Setelah Hilang 3 Hari
Nurul Azizah (5), kembali tersenyum saat memeluk ibunya, Eva Hanifah (29), di Kantor Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Garut, Selasa
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
Sebelumnya, Azizah sempat hilang dan ditemukan dalam kondisi tubuh penuh luka lebam, Minggu (19/2) sore, di Jayaraga, Kecamatan Tarogongkidul. Warga yang menemukannya kemudian mengantarkannya ke Kantor LPA Kabupaten Garut.
Sejak saat itu, Azizah mendapat pengobatan dan perawatan di Kantor LPA Kabupaten Garut. Dokter menemukan luka lebam pada pundak, punggung, dan kaki. Selain itu, Azizah pun mengalami luka dan infeksi pada bagian kemaluannya.
Azizah sempat mengalami demam dan gangguan pernapasan pada malam harinya. Dia pun merasa kesakitan saat buang air kecil. Beberapa hari setelahnya, Azizah yang sangat aktif ini dapat beraktivitas kembali.
Sejak kehilangan Azizah pada Minggu pagi, Eva dan suaminya, Edi (33), mencarinya di sekitar tempat tinggalnya di Candramerta, Kelurahan Kotawetan, Kecamatan Garutkota.
Bahkan, suami-istri ini menyiarkan kabar kehilangan anaknya lewat stasiun radio lokal. Setelah tiga hari mencari, Eva mendapat kabar bahwa Azizah sudah ditampung di Kantor LPA Kabupaten Garut. Eva kemudian pergi ke kantor di Kompleks Paseban ini untuk menjemput anaknya.
"Pas ada kabar kalau anak saya di LPA, saya langsung pergi sama ibu dan anak-anak saya. Suami saya saja pasti masih mencarinya. Senang, lega rasanya dapat bertemu dengan anak saya lagi," kata Eva saat ditemui di Kantor LPA Kabupaten Garut, Selasa (19/2).
Eva mengatakan selama tiga hari, dia dan suaminya mencari Azizah ke sejumlah tempat keramaian. Di antaranya ke Garut Plaza, Ramayana, Terminal Guntur, dan tempat lainnya.
Menurut Eva, dirinya sangat khawatir dengan Azizah. Eva takut Azizah diculik. Terlebih, ucapnya, penculikan anak sedang marak dibicarakan di televisi. Eva tidak bisa membayangkan jika anak kedua dari empat bersaudara ini dijual atau diambil organ tubuhnya.
Azizah mengatakan, saat bermain pada Minggu pagi itu, dirinya dibawa seseorang tidak dikenal. Azizah mengatakan bahu dan punggungnya dipukul menggunakan benda keras dan sempat tidak sadar.
"Dimasukkan ke lubang gelap. Dipukul orang gila. Melawan tapi kaki dipukul besi lagi," kata Azizah.
Ketua LPA Kabupaten Garut, Nitta Widjaya, mengatakan masih merawat luka lebam dan infeksi pada kemaluan Azizah. Karenanya, Azizah belum dibolehkan pulang ke keluarganya.
"Saya masih harus melakukan pendampingan. Saya juga masih harus tahu bagaimana keluarganya dan cara orang tuanya mengurus anak-anaknya," kata Nitta.
Ujarnya, Azizah mengalami luka pada kemaluannya dan masih sering buang air kecil. Azizah, ucapnya, walaupun sudah kambali ceria dan aktif bermain, sebenarnya masih trauma dengan tindak kekerasan yang dialaminya. Azizah suka mengigau saat tidur mengenai orang-orang yang menyakitinya. (*)