Warga Cemas Tanah Ambles Satu Meter
SUMEDANG, TRIBUN – Warga yang tinggal di Kampung Nagrong, Desa Cieunteung, Kecamatan Darmaraja, Sumaedang, diliputi kecemasan.
Tayang:
Penulis: Deddi Rustandi | Editor: Giri
SUMEDANG, TRIBUN – Warga yang tinggal di Kampung Nagrong, Desa Cieunteung, Kecamatan Darmaraja, Sumaedang, diliputi kecemasan. Tanah di kawasan ini mengalami pergerakan dan mengakibatkan tanah ambles sehingga membuat 20 rumah retak-retak.
Tanah yang ambles ada yang mencapai satu meter dengan retakan mencapai 50 sentimeter. Bukan hanya tanah di perkampungan yang ambles, tapi juga jalan kampung dan areal persawahaan.
“Rumah terlihat retak-retak mulai Sabtu (16/2) malam sampai Minggu (17/2) dini hari. Terjadinya pergerakan tanah ini lamban dan membuat dinding serta lantai rumah retak-retak,” kata Barnas (60) warga setempat, Minggu (17/2).
Bahkan tembok pagar beberapa rumah warga banyak yang miring akibat pergerakan tanah ini. “Warga cemas saat malam hari dan banyak yang tak bisa tidur karena takut rumah ambruk,” katanya.
Warga mengaku pergerakan tanah terjadi pelan-pelan. “Sekarang sudah ada 20 rumah yang retak-retak dan yang paling parah milik Ny Epong sampai separuh bagian rumah bergeser dan gentingnya jatuh,” kata Barnas.
Menurut warga, tanda-tanda terjadinya tanah ambles di Kampung Nagrong sudah terdeteksi seminggu lalu. “Awalnya tak direspons tapi sekarang pergerakan tanah cukup intensif dan besar sehingga membuat rumah, jalan serta di pesawahan juga ambles,” katanya.
Camat Darmaraja, Tatang Setiadi meminta warga untuk mengosongkan rumah yang retak-retak. Selain itu warga juga diminta untuk membongkar rumah yang membahayakan sekaligus menyelamatkan material daripada roboh. “Warga yang rumahnya ambles sudah dievakuasi untuk mencegah kemungkinan pergerakan tanah susulan,” kata Tatang.
Tanah ambles juga terjadi di Kampung Cibarengkok, Desa/Kecamatan Darmaraja. Pergerakan tanah dikawasan ini sudah berlangsung lama dan sekarang bertambah parah. “Ada tiga rumah bertambah parah, namun sampai saat ini penanganan baru memindahkan warga ke tempat yang aman,” kata Kepala Desa Darmaraja, Adang Budiman.(*)
KOMENTAR