Sergio van Dijk
Mantan pemain klub asal Australia Adelaide United ini terikat kontrak selama dua tahun. Mampukah kehadiran pria pelontos ini menambah ketajam
Penulis: Januar Pribadi Hamel | Editor: Darajat Arianto
PERSIB tambah amunisi baru. Serginho "Sergio" van Dijk, warga Indonesia yang baru dinaturalisasi, telah bergabung Maung Bandung. Mantan pemain klub asal Australia Adelaide United ini terikat kontrak selama dua tahun. Mampukah kehadiran pria pelontos ini menambah ketajaman pasukan Djadjang Nurdjaman?
Rekor pemain kelahiran 6 Agustus 1982 ini, cukup mentereng ketika masih memperkuat Adelaide United. Mulai berkiprah 2010, dia telah memperkuat tim tersebut sebanyak 52 pertandingan, dan berhasil mencetak 25 gol.
Ketika memperkuat Brisbane Roar pada kurun waktu 2008-2010, dia juga berhasil mencetak 25 gol dari 50 kali pertandingan.
Sergio lahir di negara yang tradisi sepak bolanya sangat kuat. Tapi bukan di kota yang memiliki tradisi sepak bola, dan memiliki klub yang kuat seperti di Eindhoven, atau Amsterdam. Dia lahir di Assen Belanda, kota yang justru lebih terkenal sirkuitnya. Sirkuit Assen adalah tempat digelar balapan motor bergengsi, seperti MotoGP.
Di Wikipedia, Sergio tercatat pernah memperkuat klub Groningen, Belanda, pada 2000-2002, dan hanya tampil dua kali, dengan mencetak satu gol. Sejak kali pertama menjadi peserta eredivise pada 1956 hingga 2012, Groningen belum pernah menjadi juara di kompetisi tertinggi di Belanda itu. Pada musim 2011-2012, Groningen menempati posisi ke-14.
Kemudian Sergio hijrah ke klub Helmond Sport pada 2002-2005. Di klub Helmond Sport tersebut, dia bermain 87 kali, dan berhasil mencetak 13 gol. Sebelum ke Brisbane, dia sempat memperkuat Emmen FC di Belanda. Dia berhasil mencetak 13 gol dari 87 pertandingan yang pernah dilakoninya.
Sergio telah diperkenalkan jajaran manajeman PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Senin (11/2). Dia mengaku gembira bisa bergabung dengan klub yang dianggapnya telah memiliki nama besar. Dia juga berharap bisa membawa Maung Bandung menjadi juara, sesuai target yang telah dicanangkan manajeman.
Kehadiran Sergio di lini depan tentu diharapkan memberikan perubahan. Lini depan Maung Bandung yang slotnya telah diisi Herman Dzumafo Epandi, Kenji Adachihara, dan Airlangga Sutjipto bisa memberi banyak opsi untuk Djadjang dalam meramu pasukannya.
Sergio memang digadang-gadang menjadi penggedor tim Maung Bandung. Namun, hasil 4 pertandingan, satu kali menang dan satu kali seri di pertandingan kandang, dan dua kali seri di pertandingan tandang bukan hasil yang buruk, harus menjadi pertimbangan pelatih agar tetap memberikan porsi dan kesempatan yang sama pada pemain lain dalam pertandingan nanti.
Bagi Dzumafo, Airlangga, dan Kenji, kehadiran Sergio adalah "tantangan" berkompetisi dalam tim. Ini perlu agar pemain tidak merasa berada di zona aman terus, karena merasa tidak ada saingan. Djadjang sebagai pelatih tentu sudah paham tentang itu.
"Dia datang ke sini di tengah kompetisi yang sudah berjalan. Jadi saya rasa, kondisi fisik dia dalam keadaan baik, ditambah lagi, dengan persiapan yang tersisa saat ini, saya rasa dia akan lebih maksimal jika nanti diturunkan," kata Djadjang
Jadi, selamat datang Sergio. (*)