A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

UU Kependudukan Disahkan, e-KTP Berlaku Seumur Hidup - Tribun Jabar
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jabar

UU Kependudukan Disahkan, e-KTP Berlaku Seumur Hidup

Selasa, 12 Februari 2013 15:55 WIB
BANDUNG, TRIBUN - Anggota Komisi II DPR RI Numan Abdul Hakim didaulat untuk memberikan sambutan pada acara lauching kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Kecamatan Bandung Kidul, Selasa, (12/2). Numan yang juga mantan Wakil Gubernur Jabar menyambut baik kerja keras Pemerintah Kota Bandung dalam perekaman e-KTP sampai 1,2 juta jiwa sehingga Kota Bandung masuk empat besar kota/kabupaten se-Indonesia dalam perekaman e-KTP.

Numan mengatakan, Komisi II salah satu tugasnya membawahi masalah kependudukan sedang merevisi undang-undang tentang e-KTP agar berlaku seumur hidup. "Saat ini e-KTP berlaku lima tahun tapi jika revisi UU Kependudukan sudah disahkan maka e-KTP berlaku seumur hidup," ujarmua.

Numan mengatakan, dengan e-KTP  data kependudukan akan lebih tertib dan tak ada yang ganda serta pemalsuan. Contohnya ada orang yang membuat e-KTP dua, di Jakarta dan Papua dengan nama berbeda dan rambut diubah, tapi ketika direkam jari tangan dan retina mata tidak bisa terekam karena sudah terdata di Jakarta.

Menurutnya, e-KTP juga menghindari sengketa saat Pilkada contoh nyata saat Pilkada DKI Jakarta, jumlah pemilih 7 juta tapi saat perekaman KTP hanya 5 juta sehingga ada perbedaan 2 juta pemilih. "Saat ditelusuri ternyata ada yang memiliki 4 KTP di Jakarta Timur, Barat dan Utara karena memiliki empat rumah, tapi dengan adanya e-KTP hanya satu KTP walau punya rumah di tiap daerah," ujar Numan.

Data yang tidak beres dengan KTP ganda bisa dimanfaatkan teroris tapi dengan e KTP tidak bisa lagi memalsukan identitas.

Numan mengatakan, pembuatan e-KTP menelan biaya APBN yang cukup besar yaitu  Rp 1,6 triliun untuk operasional perekaman data. "Dana perekaman untuk 180 juta jiwa habiskan dana Rp 1,6 triliun beda dikit dengan biaya Pilkada Jabar Rp 1,4 triliun tapi manfaatnya e-KTP lebih penting," ujar Numan. (*)
Penulis: tsm
Editor: dar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas