Harapan Rakyat
JIKA tidak ada aral melintang, mulai Kamis (7/2) hari ini hingga Rabu (20/2) mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggelar salah satu
Penulis: nip | Editor: Darajat Arianto
JIKA tidak ada aral melintang, mulai Kamis (7/2) hari ini hingga Rabu (20/2) mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat menggelar salah satu tahapan pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Jabar berupa kampanye pasangan calon. Para calon gubernur dan calon wakil gubernur tampaknya sudah sangat siap menjalani tahapan ini.
Kampanye hari pertama diisi dengan penyampaian visi misi pasangan cagub-cawagub di DPRD Jabar Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis pagi ini. Polisi sudah menyiapkan pengamanan sedemikian ketat sehingga diharapkan tidak ada celah bagi masuknya provokator yang ingin membuat cela pada pesta demokrasi ini.
Tentu saja visi misi yang akan ditampilkan lima pasangan cagub-cawagub itu adalah yang terbaik. Mereka tentu saja akan berusaha menampilkan visi misi berikut program-program dengan bahasa yang sangat santun dan menarik hati rakyat. Berbagai segi kehidupan masyarakat akan disentuh dengan berbagai program yang terbaik.
Namun pertanyaannya kemudian adalah, apakah visi misi dan program yang serba bagus itu bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat secara merata, bukan untuk golongan tertentu saja? Apakah program kerja untuk mendukung berbagai bidang kehidupan masyarakat itu bisa betul-betul dijalankan sesuai target dan memenuhi harapan rakyat?
Ngomong-ngomong soal harapan, rakyat sebenarnya tidak berharap yang terlalu muluk-muluk terhadap para pemimpinnya. Yang utama, tentu saja para pemimpin itu harus bisa menjadi panutan dalam berbagai segi dan mampu memimpin jajarannya agar roda pemerintahan berjalan dengan baik sehingga program kerja bisa dijalankan.
Selain itu, terutama para pemimpin itu harus bisa memegang kata-katanya dan mengerjakannya sesuai janji kampanyenya. Jangan seperti kebanyakan politisi kita yang memungkiri janjinya saat berkampanye lalu. Saat ditagih, eh malah banyak alasan ini itu.
Suasana aman dan nyaman untuk berusaha dan berinvestasi juga beraktivitas apapun adalah bagian- bagian harapan rakyat kebanyakan. Ketersediaan pangan, sandang, papan, transportasi, dan berbagai kebutuhan lainnya juga wajib tetap dijaga.
Di sisi lain, pendidikan murah bahkan gratis, pelayanan kesehatan yang prima dan murah serta mudah diakses juga menjadi dambaan warga. Kebebasan beragama dan toleransi diantara perbedaan yang ada harus tetap dijaga bersama. Dan tentu saja banyak lagi harapan masyarakat.
Badan jalan yang rusak, jembatan, dan infrastruktur lainnya untuk menopang aktivitas masyarakat dan jalur perekonomian sebaiknya segera diperbaiki tanpa menunggu waktu memasuki masa-masa pilkada. Perbaikilah infrastruktur itu sesuai dengan waktunya serta jangan menunggu sampai hujan dan banjir keburu merusaknya lagi lebih parah.
Oh ya, saya pribadi juga tidak berharap muluk-muluk. Tolong jalan di kawasan Derwati yang menuju jembatan penyeberangan jalan tol diperbaiki. Jalan itu sudah bertahun-tahun rusak dan membahayakan pengguna jalan. Diduga karena posisi jalan itu berada di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Bandung sehingga jarang tersentuh perbaikan.
Mungkin Pemkot dan Pemkab saling mengandalkan pihak lain. Dalam kondisi seperti itulah diharapkan Pemerintah Provinsi Jabar bisa menengahi dan berinisiatif memperbaiki. Mudah-mudah warga sekitar bersimpati dengan program perbaikan jalan itu sehingga tidak menganggap Pemprov Jabar atau pemda setempat hanya bicara jalan yang mulus di iklan media luar ruang atau media massa lainnya.
Sesungguhnya memang sesederhana itu lah harapan rakyat. Tapi jangan sekali-kali mempermainkan harapan itu. Karena bila rakyat sudah kecewa dengan pemimpin, mereka jadi apatis dan kemungkinan tidak akan memberi suaranya pada saat pencoblosan nanti. Sayang sekali kalau pesta demokrasi itu tidak seramai yang diharapkan. (*)