Selasa, 9 Juni 2026

Momentum Empat Belas Hari

BULAN ini, tepatnya 24 Februari, warga Jabar akan memilih pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan di segala bidang selama lima tahun

Tayang:
Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Darajat Arianto
* Ferri Amiril, Wartawan Tribun

BULAN ini, tepatnya 24 Februari, warga Jawa Barat akan memilih pemimpin yang akan menentukan arah pembangunan di segala bidang selama lima tahun ke depan. Pemimpin yang akan berkantor di Gedung Sate, saat ini sedang mempersiapkan diri fisik maupun mental untuk menjalani kampanye.

Mulai Kamis (7/2) lima pasangan calon akan berkeliling Jabar. Beragam strategi sudah dilancarkan jauh hari sebelum datangnya hari kampanye. Semua bertujuan mendapatkan pencapaian dukungan, bisa dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian. Kampanye biasa juga dilakukan guna mempengaruhi, penghambatan, pembelokan pecapaian. Dalam sistem politik demokrasi, kampanye politis berdaya mengacu pada kampanye elektoral pencapaian dukungan.

Kampanye umumnya dilakukan dengan slogan, pembicaraan, barang cetakan, penyiaran barang rekaman berbentuk gambar atau suara, simbol-simbol. Seiring perkembangan teknologi dan kebiasaan masyarakat yang mulai akrab dengan media sosial internet, para calon juga tidak luput memanfaatkan sarana ini untuk merangkul mereka yang terbiasa berinteraksi di dunia maya.

Beragam rekayasa pencitraan kemudian berkembang menjadi upaya persamaan pengenalan sebuah gagasan, atau isu kepada suatu kelompok tertentu yang diharapkan mendapatkan feedback atau timbal balik serta tanggapan yang positif.

Bentuk kampanye secara konvensional yang hanya lebih mengarah pada 'indoktrinasi' atau 'pencitraan', saat ini mulai banyak ditinggalkan. Para calon lebih memilih mendatangi langsung warga ketimbang cara seperti ini.

Lalu banyak pernyataan mengemuka bahwa Pilgub Jabar merupakan cerminan dari pesta demokrasi Indonesia. Penduduk Jabar yang terbilang cukup banyak menjadi satu alasan. Sehingga elite politik yang duduk di ibu kota negara, turun untuk menyaksikan langsung bahkan terlibat aktif mendukung dan menjadi juru kampanye.

Beberapa tokoh pimpinan partai mengaku siap ikut berteriak menyuarakan dukungannya kepada calon gubernur. Mereka berpendapat bahwa pesta demokrasi Jabar berperan penting dalam mendukung pesta demokrasi yang akan menentukan pemimpin Indonesia selanjutnya. Selain pimpinan partai politik, sederet artis baik Jabar maupun Ibukota mengaku siap diterjunkan sebagai penggerek suara agar lebih maksimal lagi.

Adu strategi secara resmi akan dimulai. Semua masih serba mungkin, ke lima pasangan masih memiliki peluang untuk memenangkan suara. Para calon mengaku memiliki dukungan di berbagai daerah di Jawa Barat. Visi misi yang akan disampaikan di Gedung DPRD Jabar, merupakan satu pendukung pendongkrak suara. Asalkan visi misi tersebut mengena dan dibutuhkan masyarakat Jabar saat ini. Mereka yang mengerti kebutuhan masyarakat tentu akan memiliki visi misi prioritas. Berkampanye berarti menampung aspirasi dan keinginan, untuk kemudian direalisasikan. Tidak hanya sekadar diucapkan namun terlalu sulit untuk dilakukan.

Cerdik memilih dan pintar menentukan pilihan setidaknya menjadi acuan kita untuk melihat dalam dua pekan ke depan, siapa calon yang sudah sesuai dengan keinginan warga Jabar.  Selama empat belas hari itu juga, momentum sangat mungkin terjadi. Momentum yang sangat dinantikan oleh para pasangan calon untuk memenangkan pesta demokrasi, dan melenggang dengan tenang ke Gedung Sate serta memimpin Jabar selama lima tahun ke depan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved