Hawa Panas Selebritas
tak hanya memperlihatkan adanya pemakaian narkoba tapi juga kehidupan glamour dan pesta yang selalu mewarnai gaya hidup artis kita.
DUNIA artis terguncang lagi. Peristiwa penggerebekan oleh Badan Nasional Narkotika (BNN) di rumah artis Raffi Ahmad seolah kembali membuka mata tentang perilaku selebritas kita. Kejadian pada Minggu (27/1/2013) di kawasan Lebak Bulus Jakarta tersebut tak hanya memperlihatkan adanya pemakaian narkoba tapi juga kehidupan glamour dan pesta yang selalu mewarnai gaya hidup artis kita.
Perilaku artis yang bergelimang harta selalu terlihat. Rumah yang mentereng dan mobil mewah yang berjejer seringkali ditonjolkan. Sebagian besar kebiasaan artis kita memang menunjukkan sisi glamour ketimbang hidup yang bersahaja.
Memang Raffi belum ditetapkan sebagai tersangka dan kita harus menghagai hal itu. Sedangkan artis yang juga politisi Wanda Hamidah, serta Irwansyah dan istrinya Zaskia Sungkar dinyatakan bersih dari narkoba.
Hanya saja, apa yang terlihat di rumah pemuda berusia 25 tahun itu menunjukkan gaya metropolis. Pulang 'dugem' dilanjutkan dengan kongko-kongko di rumah sambil nyanyi dan berjoget. Kehadiran Wanda ke rumah itu, kata Wanda, untuk membicarakan bakti sosial terkait banjir. Hanya saja, kenapa harus malammalam dan dalam suasana yang ramai dengan musik. Sekali lagi, inilah potret gaya hidup anak muda kita. Seolah tak kenal waktu untuk terus berkongko, bernyanyi dan berpesta. Jika tak begitu, banyak yang bilang 'gak gaul' dan bakal ketinggalan zaman.
Kehidupan selebritas kita demikian padatnya dengan jadwal syuting, bernyanyi dan menjadi host di berbagai acara. Banyak artis yang menjadi tulang punggung keluarganya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun begitu, kebutuhan hidup tersebut kemudian menjadi berlebihan ketika semua yang diupayakan hanya untuk menunjukkan kelas sosial.
Saat di puncak karier, para artis kita umumnya memanfaatkan kesempatan emas itu. Kontrak kerja yang disodorkan dengan bayaran menggiurkan langsung ditandatangani. Tak peduli jika harus menyita waktu, pergi pagi pulang pagi lagi semua siap dilakukan demi mendongkrak pundi-pundi tabungan.
Kendati demikian, kita justru harusnya khawatir dengan kondisi kesehatan sang artis. Sekuat apapun, tubuh kita harus istirahat. Jika masih harus bekerja dibutuhkan doping untuk memperkuat tenaga. Disinilah kemudian yang harus dicurigai. Menurut dr Lula Kamal dalam acara Indonesia Lawyers Club di TV One, Senin (28/1/2013), kita harus curiga jika ada orang bisa bekerja dalam waktu hampir sehari penuh. Apa ada doping yang bisa memperkuat seseorang memiliki tenaga ekstra, atau justru takutnya malah menggunakan zat adiktif semacam narkoba untuk menunjang kekuatan tubuhnya. Inilah yang harus dipertanyakan.
Seorang musisi yang sudah beralih profesi mengungkapkan hawa panas dunia selebritas. Saat di puncak ketenaran ia sering merasa panas jika ada penyanyi lain yang bayarannya melebihi dirinya. Padahal bayaran yang diterimanya senilai sebuah mobil untuk menyanyikan lima lagu saja! Ia pun merasa tidak puas dan terus meminta bayaran lebih.
Melihat bayaran seperti itu tentu saja sangat menggiurkan bagi siapapun. Terutama mereka yang hidup hedonis dan ingin merasakan gelimang harta. Hanya saja, keinginan seperti itu harus dengan memperhatikan dampak ke depannya. Jangan sampai menjerumuskan selebritas ke jurang kerusakan bahkan kehancuran.
Perilaku sederhana dan berjiwa sosial tetap harus dikedepankan dan justru itulah sebenarnya harta yang mahal. (*)