Perangkap Narkoba
BEGITU parahkah kondisi negeri ini, sehingga tidak ada lagi yang bisa dibanggakan? Apa yang bisa dibanggakan dari negeri yang menjadi pasar
Penulis: Machmud Mubarok | Editor: Darajat Arianto
BEGITU parahkah kondisi negeri ini, sehingga tidak ada lagi yang bisa dibanggakan? Apa yang bisa dibanggakan dari negeri yang menjadi pasar narkotika Asia, bahkan dunia? Apa juga yang bisa dibanggakan dari negeri yang indeks korupsinya berada di kursi bawah? Apa yang bisa dibanggakan ketika pemimpin di negeri ini bisa seenaknya kawin cerai, selingkuh, terlibat kekerasan dalam rumah tangga, korupsi, dan kisah-kisah miring lainnya yang tak mungkin diwariskan kepada anak cucu generasi penerus?
Kita terlalu terlena dan dininabobokan oleh cerita-cerita keindahan dan keelokan alam negeri ini. Ketika unsur-unsur perusak bangsa masuk, menyelinap ke bilik terdekat, kita tak pernah menyadarinya. Bahkan, banyak yang menyambutnya dengan gegap gempita, seolah-olah itulah karunia yang diturunkan Tuhan.
Semakin lama, masyarakat kian terjerat erat dunia hedonis, dunia yang mengagungkan kesenangan, kemewahan, dan kemegahan. Hura-hura dan foya-foya menjadi tujuan dan santapan setiap hari. Tak heran, ketika gelombang narkoba terus menerus menghajar panca indra kaum muda negeri, sebagian di antaranya yang kebanyakan pemuja dunia hedon, ikut hanyut.
Tengok data terakhir Badan Narkotika Nasional (BBN) yang dirilis akhir 2012. Ada sekitar 5,8 juta pengguna narkoba di Indonesia. Uang yang dipakai untuk belanja barang haram ini ditaksir mencapai Rp 42,8 triliun. Tentu, kebanyakan pengguna adalah anak-anak muda yang selama ini digadang-gadang sebagai penerus bangsa.
Kalangan mana saja pengguna narkoba ini? Semua kalangan sudah dirasuki sindikat obat-obatan terlarang ini. Dari tua hingga muda, dari mereka yang ada di kota metropolitan hingga yang tinggal di pinggiran hutan. Penyebaran narkoba tak kenal usia, strata sosial, pangkat dan jabatan. Sosok artis hanyalah bagian kecil dari jutaan pengguna narkoba di Indonesia.
Tapi walau kecil, pengaruhnya akan besar terhadap perilaku generasi muda. Sebagai figur masyarakat, tindak-tanduk mereka paling sering ditiru oleh anak-anak muda. Ini sebetulnya yang paling dikhawatirkan dari bombardir pemberitaan penangkapan artis yang diduga mengonsumsi zat baru yang sama-sama berefek seperti ekstasi itu. Anak-anak muda yang bertebaran di seantero negeri melihat sosok idola mereka, dan bukan hal yang mustahil, jika mereka mengekor jejak para idola itu. Betapa banyak mereka yang terjerembab ke lubang nista, hanya karena ikut-ikutan tren.
Marilah kita menjaga diri dan keluarga kita, dari lingkungan yang buruk dan dari pergaulan yang menyimpang. Sampaikan kepada anak-anak kita, kisah-kisah membanggakan, bahwa masih ada anak- anak muda pencetak prestasi dunia, jawara kompetisi robot internasional, inovator-inovator kreatif yang diakui negara lain. Ceritakan kepada mereka, bahwa masih ada anakanak di bawah usia 7 tahun yang sudah khatam Alquran, bahkan hafal hingga 30 juz, dan mereka berprestasi di lingkungannya. Sampaikan cerita ini, agar anak-anak muda itu tetap memiliki kebanggaan terhadap negerinya, walau dihujani kasus korupsi dan narkoba. Mereka harus bangga berpijak di negeri bernama Indonesia. (*)