Rabu, 10 Juni 2026

Jabar Harus Manfaatkan Pasar Ekspor Kayu

Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Kehutanan Jabar, Suherman, sejauh ini, mengungkapkan, sejauh ini Jabar memiliki lahan hutan 1,2 juta hektare

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
BANDUNG, TRIBUN - Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Kehutanan Jabar, Suherman, sejauh ini, mengungkapkan, sejauh ini, Jabar memiliki lahan hutan seluas 1,2 juta hektare, yang terdiri atas hutan rakyat seluas sekitar 800 ribu hektare dan hutan produktif, yang luasnya 429 ribu hektare.

Herman, sapaan akrabnya, mengungkapkan pasar domestik mendominasi peredaran dan penjualan kayu Jabar. Menurutnya, sekitar 60 persen produk kayu olahan Jabar menembus Jateng dan Jatim. Sedangkan 40 persen sisanya, sebagai pemenuhan kebutuhan Jabar dan ekspor.

Memang, kata Herman, selama ini, volume ekspor kayu Jabar masih relatif rendah. Padahal pangsa pasar ekspor untuk komoditi kayu masih terbuka lebar. Karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas hutan rakyat. "Caranya, meningkatkan pengolahan dan penjualannya," tambah Herman.

Terbukanya pangsa pasar ekspor kayu olahan pun, imbuh Herman, idealnya kondisi ini termanfaatkan secara optimal. Jadi pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkannya.

"Selama ini, ekspor kayu olahan asal Jabar masih kecil. Sedangkan pasarnya terbuka lebar. Ekspor produk kayu olahan dapat bermanfaat besar, tidak hanya bagi petani dan masyarakat sekitar hutan rakyat, tetapi Jabar secara keseluruhan. Itu karena harga ekspor kompetitif," paparnya pada sela-sela Rapat Koordinasi Perkebunan dan Kehutanan Jabar di Hotel Topaz, Jalan Dr Djundjunan Bandung. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved