Jabar Harus Manfaatkan Pasar Ekspor Kayu
Kepala Bidang Bina Produksi Dinas Kehutanan Jabar, Suherman, sejauh ini, mengungkapkan, sejauh ini Jabar memiliki lahan hutan 1,2 juta hektare
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
Herman, sapaan akrabnya, mengungkapkan pasar domestik mendominasi peredaran dan penjualan kayu Jabar. Menurutnya, sekitar 60 persen produk kayu olahan Jabar menembus Jateng dan Jatim. Sedangkan 40 persen sisanya, sebagai pemenuhan kebutuhan Jabar dan ekspor.
Memang, kata Herman, selama ini, volume ekspor kayu Jabar masih relatif rendah. Padahal pangsa pasar ekspor untuk komoditi kayu masih terbuka lebar. Karena itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas hutan rakyat. "Caranya, meningkatkan pengolahan dan penjualannya," tambah Herman.
Terbukanya pangsa pasar ekspor kayu olahan pun, imbuh Herman, idealnya kondisi ini termanfaatkan secara optimal. Jadi pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkannya.
"Selama ini, ekspor kayu olahan asal Jabar masih kecil. Sedangkan pasarnya terbuka lebar. Ekspor produk kayu olahan dapat bermanfaat besar, tidak hanya bagi petani dan masyarakat sekitar hutan rakyat, tetapi Jabar secara keseluruhan. Itu karena harga ekspor kompetitif," paparnya pada sela-sela Rapat Koordinasi Perkebunan dan Kehutanan Jabar di Hotel Topaz, Jalan Dr Djundjunan Bandung. (*)