A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Aher Gendong Bayi yang Baru Lahir di Lokasi Banjir - Tribun Jabar
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 Juli 2014
Tribun Jabar

Aher Gendong Bayi yang Baru Lahir di Lokasi Banjir

Rabu, 23 Januari 2013 04:52 WIB

KARAWANG , TRIBUN  - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan langsung meninjau kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang membelah Kabupaten Karawang, seusai memimpin rapat tanggap darurat banjir. Rapat diikuti para bupati/wali kota se-Jabar yang wilayahnya dilanda banjir hebat, akhir pekan lalu.

Rapat yang melibatkan Pemkot Bekasi, Pemkab Bekasi, Pemkab Subang, Pemkab Purwakarta, dan Pemkab Karawang di Kantor Bupati Karawang, Senin (21/1), menghasilkan sejumlah kesimpulan penting. Antara lain, perbaikan tanggul jebol akibat hantaman bah dan penanganan korban banjir.

Kondisi DAS Citarum yang dipantau, yakni di Desa Purwadana, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang. Di desa ini terdapat pertemuan arus Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Gelontoran air bah kedua sungai inilah yang meluap dan menenggelamkan kawasan permukiman dan persawahan hingga ketinggian dua meter.

Seusai melihat langsung kondisi DAS, Heryawan atau Aher memberi sejumlah arahan kepada jajarannya. Targetnya, mengantisipasi kemungkinan debit hujan kembali meningkat pada awal Februari mendatang.

Meski harus berjalan kaki susuri jalan kampung yang masih berlumpur pasca banjir, Aher tampak serta-merta segar ketika mampir di salah satu rumah di RT 01/01 Kampung Sumedangan, masih di Desa Purwadana. Tepatnya di rumah sederhana milik Nana. Aya naon meureun (ada apa memang)?

Saat melihat bayi yang baru berusia tiga hari tertidur pulas di hamparan kasur di teras rumah --yang sempat tenggelam oleh banjir-- Aher menghentikan langkahnya. Ia pun menyapa sang ibu yang duduk lemah di sisi bayi.

"Ibu sehat?" tanya Heryawan. Ibu Acih yang ditanya menjawab bahwa dirinya sehat-sehat saja meski melahirkan dalam kondisi darurat akibat banjir. Selanjutnya, Aher menanyakan detail kondisi ibu dan bayinya kepada bidan yang kebetulan berada di kediaman Nana.

Tak cukup melihat bayi laki-laki itu, Aher meminta kepada sang ibu dan bidan, apakah ia bisa menimang bayi yang belum diberi nama tersebut. Tanpa pikir panjang, Acih memberi isyarat kepada bidan agar putranya diberikan ke Gubernur.

Jadilah Aher menimang bayi korban banjir. Ia tampak sumringah, terus tersenyum memandangi si bayi yang tetap tertidur lelap dalam gendongan Jabar 1. Meski agak kaku, Aher menikmati kegiatan dadakan ini.

"Ibu, diberi ASI (air susu ibu) yang banyak ya," tutur Aher seraya mengembalikan sang bayi, setelah puas menimang.

Sebelum melanjutkan kembali peninjauannya ke sisi lain Kampung Sumedangan. (*)

Editor: swo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas