PAD dari Perhubungan Ditargetkan Rp 24,6 Miliar
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengalokasikan dana di APBD 2013 sebesar Rp 94,6 miliar untuk Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.
Penulis: Tiah SM | Editor: Darajat Arianto
Sekretaris Kota Bandung Edi Siswadi mengatakan, anggaran Dishub diprioritaskan untuk memberikan kenyamanan bagi warga Kota Bandung. "Belanja langsung dianggarkan untuk selter TMB, halte angkot, rambu lalulintas," ujar Edi di Balai Kota Bandung, Kamis (3/2).
Edi menguraikan anggaran Dishub diantaranya untuk pembangunan selter Trans Metro Bandung (TMB) koridor I yang terbengkalai. "Semula pembangunan koridor I diserahkan kepada pihak ketiga tanpa dana APBD tapi terbengkalai karena pihak ketiganya tak profesional," ujar Edi.
Anggaran lainnya sebanyak Rp 9 miliar untuk tiket elektronik TMB dengan harapan bisa memantau pendapatan. "Selain membangun selter dianggarkan juga membangun halte angkot dan rambu-rambu sebesar Rp 5,6 miliar," ujar Edi.
Edi mengatakan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dishub ditargetkan sebesar Rp 24,6 miliar. PAD tersebut didapat dari restribusi parkir dan uji kendaraan, terminal dan trayek.
Menurut Edi, pendapat jauh lebih kecil daripada belanja tak masalah karena Dishub mempriotaskan pelayanan bukan fokus penghasil PAD.
Edi mengingatkan kepada jajaran Dishub khususnya kepala dinasnya agar tidak mengulangi kegagalan di tahun 2012. "Saya minta kegagalan TMB di tahun 2012 tida terulang di tahun 2013," ujarnya.
Edi akan memberikan sanksi kepala Dishub jika kembali mengecewakan masyarakat dalam pelayanan TMB. Namun Edi tak menyebutkan sanksi yang akan diberikan kepada kepala Dishub. (*)