TribunJabar/

Seni Tradisi Akrobat Genjring Bernafaskan Islam

Seni tradisi yang bernama Akrobat Genjring atau Genjring Akrobat ini ternyata sudah ada sejak masa penyebaran agama Islam

CIREBON, TRIBUN - Seni tradisi yang bernama Akrobat Genjring atau Genjring Akrobat ini ternyata sudah ada sejak masa penyebaran agama Islam di Cirebon dan Jawa Barat pada umumnya. Karena semua nyanyiannya pun bernafaskan islam.

"Kata orang tua dulu sudah ada sejak lama, saat Islam masuk Cirebon. Tapi yang saya tahu, maraknya kesenian ini pada tahun 1940-an. Saat itu di Cirebon ada ratusan grup. Tapi sekarang tinggal grup saya ini," kata Karyadi (60) suami dari Lilis Kasiri saat ditemui wartawan di Lapangan Ki Buyut Trusmi, Jalan Ki Buyut Trusmi, Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Selasa (18/12) sore.

Dulu, kata Karyadi seni ini dilakukan hanya kaum pria yang menjadi permainan para santri dengan iringan musik dua genjring besar. Namun dalam perkembanganya, sekitar tahun 1960 menjadi 4 genjring kecil dan satu dogdog, dan saat itu ada dua aliran besar yakni kuda dan bintang. Bahkan terus berkembang sampai ada ratusan grup, dan sekarang tinggal satu grup yang didirikan H Kasbula almarhum tahun 1964. Grup ini diteruskan oleh anaknya, Lilis Kasiri yang sekarang menjalani program pewarisan. (ddh) 

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Kisdiantoro
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help