• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 2 Oktober 2014
Tribun Jabar

Jembatan Cisanggiri Segera Dibangun

Sabtu, 24 November 2012 16:00 WIB
GARUT, TRIBUN - Setidaknya 105 murid Dusun Cadas Bodas, Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, tidak bisa bersekolah sejak 10 hari lalu. Satu-satunya jembatan gantung penghubung dusun tersebut dengan lokasi sekolah belum juga diperbaiki padahal permukaan air Sungai Cisanggiri terus meninggi.

Selama lebih dari 10 bulan sejak Jembatan Cadas Bodas ambruk, sekitar 80 murid SDN Mekarmukti 02 dan 25 murid SMP Satu Atap Cibalong asal Dusun Cadas Bodas berjalan melintasi Sungai Cisanggiri menuju sekolah. Kadang, mereka diantar orang tuanya untuk menyeberang.

Seorang Guru di SMP Satu Atap Cibalong, Budiman Yunus, mengatakan sekolahnya sepi sejak 10 hari lalu. Hanya sejumlah murid yang rumahnya berdekatan dengan sekolah saja yang masuk kelas. Sejak permukaan sungai ini meninggi, hanya sedikit warga yang berani terjun langsung ke sungai untuk melintasinya, permasuk 25 muridnya.

"Kadang suka ada yang memaksakan diri menyeberang sungai karena ingin sekolah. Padahal itu bahaya, terlalu beresiko, dan membahayakan nyawanya," kata Budiman di SMP Satu Atap Cibalong, Sabtu (24/11).

Ujarnya, pihak sekolah memaklumi jika para murid asal Dusun Cadas Bodas ini tidak bersekolah. Mereka akan diizinkan untuk tidak masuk sekolah dengan alasan keselamatan jiwa.

Sedangkan, kata Budiman, dua guru SMP asal Dusun Cadas Bodas rela mengambil jalur memutar sepanjang 7 kilometer untuk sampai ke sekolah. Selain jauh, jalan yan ditempuh pun berlumpur karena diguyur hujan. Selain murid SMP, kata Budiman, 80 murid SDN Mekarmukti 02 asal Dusun Cadas Bodas pun tidak bersekolah sejak saat itu.

"Kalau kami kirim guru ke sana, tidak akan efektif juga karena tidak ada fasilitas belajarnya," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Mekarmukti, Suryana, mengatakan berdasarkan informasi yang didapat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membangun jembatan tersebut dengan biaya Rp 382 juta.

"Bupati sudah membangun fondasinya, tinggal bantuan dari Gubernur yang segera direalisasikan. Bahan-bahan pembangun jembatan segera didatangkan ke lokasi, seperti sling kawatnya," kata Suryana.

Menurut Suryana, warga berharap jembatan tersebut segera rampung. Permukaan air Sungai Cisanggiri yang meninggi membuat kehidupan perekonomian dan aktivitas masyarakat di Dusun Cadas Bodas itu terganggu, bahkan hampir lumpuh.

Terdapat enam kampung terisolasi di Dusun Cadas Bodas, yakni Kampung Calingcing, Cadas Bodas, Babakan Jati, Ciherang, Cidekos, dan Cihidun. Enam kampung yang tergabung dalam Dusun Cadas Bodas ini ditinggali 139 keluarga dengan total 543 warga.

Awalnya, kata Suryana, warga dan siswa-siswi sekolah bisa melintasi Sungai Cisanggiri menggunakan perahu karet bantuan dari BPBD Kabupaten Garut dan BNI 46. Sayangnya, kata Maman, dua perahu karet tersebut telah rusak akibat menghantam bebatuan di dasar sungai.

Warga, tuturnya, tidak berani lagi menceburkan diri ke Sungai Cisanggiri yang memiliki lebar sekitar 130 meter dan saat ini kedalaman mencapai lebih dari 1 meter. Hal tersebut dapat membahayakan nyawa warga, khususnya anak-anak yang hendak pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. (*)
Penulis: sam
Editor: dar
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
69971 articles 4 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas