Jembatan Cisanggiri Segera Dibangun

Setidaknya 105 murid Dusun Cadas Bodas, Desa Mekarmukti, Kabupaten Garut, tidak bisa bersekolah sejak 10 hari lalu. Satu-satunya jembatan gantung

Selama lebih dari 10 bulan sejak Jembatan Cadas Bodas ambruk, sekitar 80 murid SDN Mekarmukti 02 dan 25 murid SMP Satu Atap Cibalong asal Dusun Cadas Bodas berjalan melintasi Sungai Cisanggiri menuju sekolah. Kadang, mereka diantar orang tuanya untuk menyeberang.

Seorang Guru di SMP Satu Atap Cibalong, Budiman Yunus, mengatakan sekolahnya sepi sejak 10 hari lalu. Hanya sejumlah murid yang rumahnya berdekatan dengan sekolah saja yang masuk kelas. Sejak permukaan sungai ini meninggi, hanya sedikit warga yang berani terjun langsung ke sungai untuk melintasinya, permasuk 25 muridnya.

"Kadang suka ada yang memaksakan diri menyeberang sungai karena ingin sekolah. Padahal itu bahaya, terlalu beresiko, dan membahayakan nyawanya," kata Budiman di SMP Satu Atap Cibalong, Sabtu (24/11).

Ujarnya, pihak sekolah memaklumi jika para murid asal Dusun Cadas Bodas ini tidak bersekolah. Mereka akan diizinkan untuk tidak masuk sekolah dengan alasan keselamatan jiwa.

Sedangkan, kata Budiman, dua guru SMP asal Dusun Cadas Bodas rela mengambil jalur memutar sepanjang 7 kilometer untuk sampai ke sekolah. Selain jauh, jalan yan ditempuh pun berlumpur karena diguyur hujan. Selain murid SMP, kata Budiman, 80 murid SDN Mekarmukti 02 asal Dusun Cadas Bodas pun tidak bersekolah sejak saat itu.

"Kalau kami kirim guru ke sana, tidak akan efektif juga karena tidak ada fasilitas belajarnya," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Mekarmukti, Suryana, mengatakan berdasarkan informasi yang didapat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat segera membangun jembatan tersebut dengan biaya Rp 382 juta.

Halaman
12
Penulis: sam
Editor: dar
Sumber:
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help