Timur dan Abraham Salaman di Depan Presiden
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono duduk bersama Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Ketua KPK Abraham Samad di Mabes Polri.
Ketua Divisi Kominfo DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul yang mengikuti pertemuan tersebut mengatakan, SBY yang memprakarsai keduanya duduk bersama untuk saling bersinergi. Ketiganya hanya berbicara beberapa menit.
"Ya, setelah salat Magrib, kita makan, Bapak (SBY) panggil Abraham dan Timur ngobrol sebentar untuk bersinergi," kata Ruhut.
Setelah itu menurut Ruhut, ketiganya saling bersalaman di depan SBY. Suasana di dalam pun sangat cair. Menurutnya SBY mengharapkan keduanya tak lagi berseteru dengan masalah kewenangan penyidikan kasus.
"Mereka berdua bersinergi, yang penting bapak memprakarsai. Saya rasa sudah baik sekali tadi," terang Ruhut.
Ketiganya pun meninggalkan Gedung Rupatama dengan cepat. Abraham enggan berkomentar dan hanya tersenyum. Sementara Timur, saat itu hanya menuturkan komitmen pemerintah dan lembaga penegak hukum dalam memberantas korupsi.
"Penegakan pelanggaran korupsi harus kita tindak lanjuti. Proses penegakan hukum akan kita lakukan," ujar Timur.
Sebelumnya, Abraham dan Kepala Bareskrim Polri Komjen Sutarman pun duduk bersama saat berbuka puasa. Keduanya terlihat akrab berbincang-bincang.
Buka puasa bersama ini juga dihadiri para menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, para pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat, dan para mantan Kepala Polri. Dalam acara ini, para tamu undangan, termasuk Kapolri dan Ketua KPK mendengarkan tausiah tentang Habil dan Kabil. Tausiah disampaikan Wakil Menteri Agama Nasarudin Umar.
Diceritakan bahwa Habil merupakan simbol anak yang taat pada orang tua, taat pada hukum, sedangkan Kabil adalah anak yang berperilaku sebaliknya: tidak taat hukum, angkuh. Bahkan, Kabil membunuh Habil karena iri melihat persembahan Habil diterima oleh Allah. (kompas.com)