Industri Pemakai Listrik Paling Banyak
Rabu, 8 Agustus 2012 17:07 WIB
Berita Terkait
- Akan Dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu
- Butuh 15 Tahun Aliri Listrik 30 KK
- Dua Pekan Lagi, Bus Listrik Diluncurkan di Jogja
- Menristek Juga Bikin Bus Listrik untuk 'Meeting'
- Ini Bocoran Harga Jual Mobil Listrik Menristek
- Menristek Bakal Pakai Sedan Listrik untuk Mobil Dinas
- Pemakaian Listrik di Jabar Capai 6.500 MW
- PLN Klaim Industri Tidak Protes Kenaikan Tarif Listrik
- HLKI: PLN Harus Ganti Rugi
- PT PLN Siap Sikapi Rencana Tuntutan dari Apindo
BANDUNG, TRIBUN - Sejauh ini, ada beberapa kalangan yang menjadi pelanggan PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB), yaitu kalangan rumah tangga, bisnis, dan industri. Deputi Manager Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB), Adang Djarkasih, mengutarakan, secara jumlah pelanggan, kalangan rumah tangga yang terbanyak yaitu 9,4 juta pelanggan.
"Lalu, diikuti kalangan bisnis yang jumlahnya sekitar 285 ribu pelanggan. Selanjutnya yang paling sedikit jumlahnya yaitu kalangan industri sekitar 12 ribu pelanggan," kata Deputi Manager Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB), Adang Djarkasih, jelasnya di RM Sindang Reret, Jalan PHH Mustopha Bandung.
Akan tetapi, kata Adang, secara konsumsi adalah kalangan industri yang paling besar. Pelanggan industri berkontribusi besar menurunkan beban puncak. Pasalnya, 54,9 persen pelanggan PT PLN DJBB merupakan kalangan industri. Sebesar 33,02 persen berupa kalangan rumah tangga. Sisanya, 7,69 persen merupakan kalangan bisnis.
Ia mengatakan, pemakaian listrik oleh kalangan industri lebih besar daripada kalangan bisnis dan rumah tangga. Konsumsi listrik kalangan industri mencapai 2.078 Mega Watt (MW). Sedangkan kelompok bisnis sebesar 290,9 MW. "Kalangan rumah tangga sebesar 1.249 MW," ucap Adang. (*)
"Lalu, diikuti kalangan bisnis yang jumlahnya sekitar 285 ribu pelanggan. Selanjutnya yang paling sedikit jumlahnya yaitu kalangan industri sekitar 12 ribu pelanggan," kata Deputi Manager Komunikasi PT PLN Distribusi Jawa Barat-Banten (DJBB), Adang Djarkasih, jelasnya di RM Sindang Reret, Jalan PHH Mustopha Bandung.
Akan tetapi, kata Adang, secara konsumsi adalah kalangan industri yang paling besar. Pelanggan industri berkontribusi besar menurunkan beban puncak. Pasalnya, 54,9 persen pelanggan PT PLN DJBB merupakan kalangan industri. Sebesar 33,02 persen berupa kalangan rumah tangga. Sisanya, 7,69 persen merupakan kalangan bisnis.
Ia mengatakan, pemakaian listrik oleh kalangan industri lebih besar daripada kalangan bisnis dan rumah tangga. Konsumsi listrik kalangan industri mencapai 2.078 Mega Watt (MW). Sedangkan kelompok bisnis sebesar 290,9 MW. "Kalangan rumah tangga sebesar 1.249 MW," ucap Adang. (*)
Penulis : win
Editor : dar