Sektor Perdagangan Dominasi Debitur Kredit Mikro BJB
Sabtu, 4 Agustus 2012 17:10 WIB
Berita Terkait
- BJB Undang Ribuan Crosser
- PKS Incar Rp 2 Triliun, Yudi Hanya Bantu Konsep
- BJB Intensifkan Komunikasi dengan KBRI Singapura
- Perusahaan Singapura Ingin Gandeng BJB
- BJB Siap Ekspansi ke Singapura
- BJB Proyeksikan Tabungan Precious Rp 5,6 Triliun
- Kalangan High Class Dibidik BJB
- BJB Raup Laba Rp 372 Miliar
- KPR BJB Naik 200 Persen Lebih
- BJB Siapkan Kredit Mikro Rp 6,1 Triliun
BANDUNG, TRIBUN - Bagi dunia perbankan, banyak sektor bisnis yang dapat menjadi target pasar mereka guna meningkatkan likuiditas kreditnya demi mendongkrak kinerja keuangannya. "Misalnya, sektor perdagangan, pertanian, peternakan, dan sebagainya, kata Direktur Konsumer PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten atau bank bjb, Arie Yulianto, jelasnya pada sela-sela pembukaan Bazar Ramadhan BJB di Jalan Naripan Bandung, Sabtu (4/8).
Akan tetapi, kata Arie, di antara sektor-sektor tersebut, perdagangan menjadi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbanyak yang menerima kredit mikro utama. "Karenanya, sampai saat ini, 50 persen lebih Waroeng bjb berlokasi di pasar-pasar tradisional. Jumlahnya, sebut dia, sekitar 221 unit Waroeng bjb. "Itu supaya kami dapat lebih dekat dengan nasabah dan calon nasabah," pungkas Arie. (*)
Akan tetapi, kata Arie, di antara sektor-sektor tersebut, perdagangan menjadi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbanyak yang menerima kredit mikro utama. "Karenanya, sampai saat ini, 50 persen lebih Waroeng bjb berlokasi di pasar-pasar tradisional. Jumlahnya, sebut dia, sekitar 221 unit Waroeng bjb. "Itu supaya kami dapat lebih dekat dengan nasabah dan calon nasabah," pungkas Arie. (*)
Penulis : win
Editor : dar