DAMASKUS, TRIBUN - Suriah menegaskan tidak akan menggunakan senjata kimia terhadap rakyatnya sendiri, tetapi akan menggunakan senjata kimia bila mendapat serangan dari luar.
Penegasan itu disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Suriah Jihad Makdissi dalam jumpa pers yang disiarkan televisi pemerintah pada Senin, 23 Juli.
"Semua senjata kimia atau biologi tidak akan pernah digunakan, saya ulang, tidak akan pernah digunakan dalam krisis Suriah, apapun perkembangan internal dalam krisis ini," kata Makdissi."Semua jenis senjata ini disimpan dan dijaga oleh Angkatan Bersenjata Suriah dan di bawah pengawasan langsung Angkatan Bersenjata, dan tidak akan digunakan kecuali bila Suriah menghadapi agresi asing," tambahnya.
Sejauh ini Suriah secara resmi tidak mengaku menyimpan senjata kimia. Suriah tidak menandatangani Konvensi Senjata Kimia yang melarang produksi senjata kimia.
Negara-negara Barat dan Israel sangat khawatir Suriah mungkin menggunakan persediaan senjata kimia, lapor wartawan BBC di Lebanon, Jim Muir.
Kekhawatiran itu diperkuat oleh pernyataan politisi paling senior Suriah yang membelot ke oposisi, Nawaf al-Fares.
Pada 16 Juli, Nawaf al-Fares mengatakan kepada BBC bahwa pemerintah Suriah tidak akan bersikap ragu-ragu untuk menggunakan senjata kimia bila terpaksa.Mantan Duta Besar Suriah untuk Irak itu
mengatakan laporan-laporan yang tidak bisa dikukuhkan menunjukkan
senjata kimia kemungkinan telah digunakan. Namun kubu oposisi belum melaporkan temuan pengggunaan senjata kimia oleh pasukan pemerintah. (bbc)