Dibobol di Rest Area, Harta Rp 1,5 M Raib
Sabtu, 21 Juli 2012 11:13 WIB

Tarsisius Sutomonaio
DIBOBOL MALING - Korban pembobolan mobil, Ayiek Mohammad (53), bersama polisi mengecek pintu depan mobil yang dibobol maling di rest area km 226, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/7/2012).
DIBOBOL MALING - Korban pembobolan mobil, Ayiek Mohammad (53), bersama polisi mengecek pintu depan mobil yang dibobol maling di rest area km 226, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/7/2012).
Berita Terkait
- 'Nyolong' Motor untuk Kawin, Pria Ini Dihajar Warga
- Maling Gondol Komputer dari Kantor 'Bisnis Indonesia'
- Pencuri Diduga Paham Harga Alat Kesehatan
- Kerugian Puskesmas Karangtengah Rp 37 juta
- Puskesmas Karangtengah Cianjur Dibobol Maling
- Puluhan Ponsel dan Laptop Digondol Maling
- Diteriaki Maling, Kapolsek Tewas Dikeroyok Warga
- Dua Toko Dibobol Bersamaan, Rp 30 Juta Amblas
- Maling Bawa Kabur Uang Rp 8,5 Juta dari RSUD
- Pembobol Brankas Tahu Seluk Beluk Kantor Kemenpera
* Perhiasan Emas, Permata, dan Uang Raib
* Rest Area Palikanci Rawan Pencurian
CIREBON, TRIBUN - Kurang dari seperempat jam, harta Ayiek Mohammad (53) senilai Rp 1,5 miliar digondol maling di rest area (tempat istirahat) di tol Palikanci kilometer 226, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/7) pagi.
Pria asal Jalan Magelang kilometer 17, Desa Nyebong, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, itu kehilangan dua koper dan sebuah tas dari jok belakang mobil Xenia merah bernomor polisi AB 1754 SE. Dua koper dan tas itu berisi 9 cincin permata, 60 batu permata, 10 gelang emas yang tiap gelang berberat 20 gram, uang tunai sebanyak Rp 150 juta, tiga buah buku tabungan, ijazah, serfikat tanah, surat nikah, paspor, serta surat-surat dan benda-benda berharga lainnya.
"Total nilainya 1,5 miliar," ujar Ayiek seusai salat Jumat di masjid di rest area itu, kemarin.
Menurut dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.15 kala ia beristirahat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Ayiek dan rekan seperjalanannya, Hasim, memarkir mobil di dekat toilet umum di rest area Palikanci.
"Saya ke toilet sebentar, lalu membeli minuman. Kira-kira sepuluh hingga lima belas menit setelah itu, saya kembali ke mobil," katanya.
Di saat yang bersamaan, ia menyarankan agar Hasim beristirahat di luar mobil agar bisa sambil merokok. Namun, Ayiek terkejut saat menemui pintu depan kanan Xenia sudah terbuka. Dua koper dan tas berisi barang-barang berharga itu pun lenyap tak berjejak. Namun, tak ada bekas kerusakan apa pun pada pintu mobil yang terbuka itu.
"Ketika memasukkan kunci pintu mobil ternyata udah ga bisa. Seperti ada benda yang menahan," katanya.
Menurut pantaunan Tribun, memang tidak ada kerusakan yang menonjol pada Xenia merah itu. Begitu pula kondisi jok belakang mobil itu. Hanya, lubang kunci pintu kanan mobil posisinya sedikit miring ke kanan. Ayiek mengaku tidak merasa ada yang mengikuti mobil yang ia tumpangi bersama Hasim. "Saya tidak tahu," ujarnya.
Ayiek mengaku terbiasa membawa barang berharga dengan jumlah besar dari Jakarta menuju Yogyakarta. Itu sebabnya, ia tak memakai jasa pengawalan untuk dalam perjalanan itu.
"Saya pernah bawa dengan nilai yang lebih besar, sepuluh sampai dua belas miliar," kata Ayiek.
Ia mengatakan kemarin merupakan pertama kali menggunakan Xenia merah itu untuk membawa benda-benda berharga dari Jakarta ke Yogyakarta. Mobil itu, katanya, milik anaknya. (*)
* berita ini selengkapnya bisa dibaca di harian Tribun Jabar, edisi Sabtu (21/7/2012)
* Rest Area Palikanci Rawan Pencurian
CIREBON, TRIBUN - Kurang dari seperempat jam, harta Ayiek Mohammad (53) senilai Rp 1,5 miliar digondol maling di rest area (tempat istirahat) di tol Palikanci kilometer 226, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jumat (20/7) pagi.
Pria asal Jalan Magelang kilometer 17, Desa Nyebong, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, itu kehilangan dua koper dan sebuah tas dari jok belakang mobil Xenia merah bernomor polisi AB 1754 SE. Dua koper dan tas itu berisi 9 cincin permata, 60 batu permata, 10 gelang emas yang tiap gelang berberat 20 gram, uang tunai sebanyak Rp 150 juta, tiga buah buku tabungan, ijazah, serfikat tanah, surat nikah, paspor, serta surat-surat dan benda-benda berharga lainnya.
"Total nilainya 1,5 miliar," ujar Ayiek seusai salat Jumat di masjid di rest area itu, kemarin.
Menurut dia, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.15 kala ia beristirahat dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. Ayiek dan rekan seperjalanannya, Hasim, memarkir mobil di dekat toilet umum di rest area Palikanci.
"Saya ke toilet sebentar, lalu membeli minuman. Kira-kira sepuluh hingga lima belas menit setelah itu, saya kembali ke mobil," katanya.
Di saat yang bersamaan, ia menyarankan agar Hasim beristirahat di luar mobil agar bisa sambil merokok. Namun, Ayiek terkejut saat menemui pintu depan kanan Xenia sudah terbuka. Dua koper dan tas berisi barang-barang berharga itu pun lenyap tak berjejak. Namun, tak ada bekas kerusakan apa pun pada pintu mobil yang terbuka itu.
"Ketika memasukkan kunci pintu mobil ternyata udah ga bisa. Seperti ada benda yang menahan," katanya.
Menurut pantaunan Tribun, memang tidak ada kerusakan yang menonjol pada Xenia merah itu. Begitu pula kondisi jok belakang mobil itu. Hanya, lubang kunci pintu kanan mobil posisinya sedikit miring ke kanan. Ayiek mengaku tidak merasa ada yang mengikuti mobil yang ia tumpangi bersama Hasim. "Saya tidak tahu," ujarnya.
Ayiek mengaku terbiasa membawa barang berharga dengan jumlah besar dari Jakarta menuju Yogyakarta. Itu sebabnya, ia tak memakai jasa pengawalan untuk dalam perjalanan itu.
"Saya pernah bawa dengan nilai yang lebih besar, sepuluh sampai dua belas miliar," kata Ayiek.
Ia mengatakan kemarin merupakan pertama kali menggunakan Xenia merah itu untuk membawa benda-benda berharga dari Jakarta ke Yogyakarta. Mobil itu, katanya, milik anaknya. (*)
* berita ini selengkapnya bisa dibaca di harian Tribun Jabar, edisi Sabtu (21/7/2012)
Penulis : tom
Editor : dar