Rampok Toko Emas dengan Semprotan Cairan Cabe
Modus kriminalitas yang tergolong unik dan nekat, Kamis (19/7) siang terjadi di kabupaten Semarang.
UNGARAN, TRIBUN - Modus kriminalitas yang tergolong unik dan nekat, Kamis (19/7) siang terjadi di kabupaten Semarang. Pelaku tunggal bernama Amin Prasetyo (32) warga Plumpon, Suruh, Kabupaten Semarang.
Ia berusaha merampok toko emas Perkutut yang terletak di Pasar Karangjati dengan modus menyemprotkan cairan cabe ke muka korban. Korban yang tak lain adalah pemilik toko, Sutiyem (70), warga Bergas Lor mengaduh kesakitan sambil berteriak meminta tolong.
Teriakan korban rupanya bisa menggagalkan upaya pelaku yang merangsek masuk dan berusaha menutup toko. Warga dan aparat Polsek Bergas yang kebetulan sedang melakukan pengamanan di pasar bergegas meringkus tersangka.
Menurut Sutiyem, awalnya pelaku datang ke tokonya berpura-pura akan membeli gelang berbahan emas putih dengan menanyakan sejumlah perhiasan yang ada dietalase.
"Saya bilang barangnya tak ada, lalu lelaki itu tanya lagi soal kalung emas. Kemudian saya membalikan badan menghadap lelaki itu untuk menunjukan kalung yang dimaksud. Tiba-tiba muka saya disemprot cairan, hingga mata ini rasanya panas dan perih," ujar korban saat ditemui usai menjalani perawatan di UGD RS Ken Saras.
Sementara itu dalam pengakuannya, tersangka terpaksa melakukan pencurian karena terdesak kebutuhan uang untuk membayar hutang dan cicilan motor. Ide merampok dengan senjata semprotan cairan cabe berasal dari pengalaman pribadinya yang pernah menjadi korban perampokan dengan modus serupa.
"Saya dulu pernah disemprot cairan itu saat di Yogyakarta. Lalu saya kepikiran untuk melakukan dengan cara tersebut. Modalnya cuma 3 buah cabe setan yang diambil dari tanaman milik tetangga saya dan semprotan burung. Kalau tadi berhasil akan saya jual untuk bayar hutang," ungkap tersangka.(kompas.com)