Rabu, 10 Juni 2026

Pasar Malangbong Nyaris Terbakar

Malang menimpa Ujang Wahyudin. Kios sembako dan makanan ringan miliknya di Pasar Malangbong, Blok B nomor 112, terbakar, Sabtu

Tayang:
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Darajat Arianto
GARUT, TRIBUN - Malang menimpa Ujang Wahyudin. Kios sembako dan makanan ringan miliknya di Pasar Malangbong, Blok B nomor 112, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, terbakar pada Sabtu (14/7). Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut dan warga berhasil mencegah kebakaran merembet ke kios lainnya.

Kapolsek Malangbong, Kompol Edison Harefa, mengatakan para petugas ronda di pasar tersebut pertama kali melihat nyala api dari sela rolling door kios milik Ujang sekitar pukul 01.00. Setelah rolling door tersebut dijebol petugas, ternyata api telah membesar di dalam kios.

"Kami langsung menghubungi pemadam kebakaran. Tapi, karena jarak yang jauh dari pusat kota, warga berusaha memadamkan api terlebih dulu secara manual. Saya meminta mereka tidak membuka rolling door karena kalau dibuka, api yang sudah besar itu akan menyebar," kata Edison di Mapolsek Malangbong, Sabtu (14/7).

Menurut Edison, warga memadamkan api dengan cara menyiramkan air melalui celah di bawah rolling door. Api baru bisa dipadamkan seluruhnya sekitar pukul 03.00. Kala itu, ucapnya, dua kendaraan pemadam kebakaran baru sampai di Kecamatan Cibatu. Akhirnya, dua mobil pemadam ini kembali ke markasnya, ucap Edison.

Seluruh barang di dalam kios milik Ujang ini, ujarnya, telah terbakar habis. Tetapi, bangunan kiosnya masih utuh. Apabila tidak ditangani cepat, katanya, diperkirakan satu bangunan pasar tersebut dapat hangus terbakar. Edison mengatakan, kebakaran tersebut terjadi akibat hubungan listrik arus pendek. Kerugian yang dialami Ujang ditaksir mencapai Rp 40 juta.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Garut, Dedi, mengatakan pasar menjadi rawan kebakaran pada musim kemarau. Menurut Dedi, kebanyakan kebakaran di pasar diakibatkan kecerobohan seperti lupa mematikan lilin atau kompor.

"Tidak jarang juga kebakaran diakibatkan penggunaan kabel listrik serabut. Kabel ini tidak memiliki SNI dan berbahaya jika digunakan untuk menyalurkan listrik dalam jumlah besar. Bahkan, hubungan listrik arus pendek ini menjadi penyebab kebakaran terbanyak," kata Dedi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved