Pemkab Periksa Komoditas Jelang Ramadan
Jumat, 13 Juli 2012 10:12 WIB

Agung Yulianto
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bandung melakukan inspeksi ke Pasar Soreang pada Jumat (13/7/2012) pagi untuk mengetahui kondisi harga dan stok beberapa komoditas menjelang Ramadan.
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Bandung melakukan inspeksi ke Pasar Soreang pada Jumat (13/7/2012) pagi untuk mengetahui kondisi harga dan stok beberapa komoditas menjelang Ramadan.
Berita Terkait
- Mendag: Kenaikan Harga BBM Tak Pengaruhi Harga Sembako
- Pemerintah Klaim Harga Tujuh Komoditas Utama Stabil
- 565 Keluarga Anak Jalanan Terima Bantuan
- Unpad Gelar Pengobatan Gratis dan Sembako Murah
- Harga Daging dan Telur Cenderung Turun
- Harga Kebutuhan Pokok Berangsur Turun
- Meski Turun, Harga Jual Tetap Relatif Mahal
- Pedagang Ingin Stabilisasi Harga yang Masih Mahal
- Indag Jabar Bentuk Tim Pemantau Harga
- Pekan Depan, Harga Jual Diprediksi Normal
SOREANG, TRIBUN - Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan
Kabupaten Bandung melakukan inspeksi ke Pasar Soreang pada Jumat (13/7)
pagi. Inspeksi ini dilakukan untuk mengetahui kondisi harga dan stok
menjelang bulan ramadan.
Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung, Engkus Kustiana mengatakan, pihaknya khawatir dengan minyak goreng, gula, dan daging sapi.
Menurutnya, tiga komoditas itu merupakan barang yang paling dicari masyarakat. Kalau permintaan tinggi dan tidak ada stok barang, pihaknya siap melakukan operasi pasar.
"Sesuai dengan sistem pasar, harga barang-barang naik saat permintaan banyak. Kami akan mengadakan rapat dan berkoordinasi dengan pihak provinsi," katanya ketika ditemui usai melakukan sidak. (*)
Kabid Perdagangan Dalam dan Luar Negeri Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung, Engkus Kustiana mengatakan, pihaknya khawatir dengan minyak goreng, gula, dan daging sapi.
Menurutnya, tiga komoditas itu merupakan barang yang paling dicari masyarakat. Kalau permintaan tinggi dan tidak ada stok barang, pihaknya siap melakukan operasi pasar.
"Sesuai dengan sistem pasar, harga barang-barang naik saat permintaan banyak. Kami akan mengadakan rapat dan berkoordinasi dengan pihak provinsi," katanya ketika ditemui usai melakukan sidak. (*)
Penulis : guy
Editor : dar