Presiden: Sekarang Indonesia Gagah Bertemu IMF
Suasana pertemuan Presiden SBY dengan Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde berbeda saat almarhum Presiden ke-2
"Sekarang (Indonesia) gagah sama IMF," kata Presiden sesaat sebelum menerima Lagarde di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa.
"CGI (Consultative Group for Indonesia) kita bubarkan. Kita mandiri. Kita tidak harus minta minta-minta," tambah Presiden.
Indonesia dan IMF sebelumnya memiliki hubungan sejarah yang kurang mengenakkan diantara keduanya. Saat Indonesia diterpa krisis ekonomi pada 1997, memaksa Presiden Soeharto kala itu meminta bantuan IMF dibawah Direktur Pelaksana Michel Camdessus.
Pertemuan antara almarhum Presiden Soeharto dengan Camdessus berlangsung dingin. Saat itu, tangan Camdessus bersedekap sambil mengawasi almarhum Presiden Soeharto yang membungkuk menandatangani perjanjian utang. Utang dikucurkan tak lama setelah Indonesia diterjang badai krisis moneter.
Indonesia saat itu harus menyerahkan banyak kebijakannya kepada IMF di bawah arahan program penyesuaian struktural yang dibawa lembaga internasional tersebut. Kebijakan IMF tersebut di kemudian hari dinilai banyak kalangan telah melakukan pendekatan yang salah dalam mengatasi krisis di Indonesia kala itu.
Pemerintah Indonesia pada 2007 di bawah Presiden Yudhoyono akhirnya melunasi utang IMF. Presiden juga memutuskan membubarkan CGI yang selama ini sebagai lembaga donor.
Kondisi Indonesia telah berubah. Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi yang terjaga. Meski dunia sempat dihantam Krisis Keuangan pada 2008-2009, Indonesia tetap mampu tumbuh positif, sementara hampir di banyak negara harus berjibaku dengan pertumbuhan negatif. Bahkan pada 2011 Indonesia mampu tumbuh 6,5 persen, sedangkan di belahan Eropa dan Amerika Serikat masih terkendala dengan pertumbuhan yang terhambat akibat krisis.
IMF mengungkapkan kebutuhan dana sebesar 430 miliar dolar AS untuk mengatasi krisis yang masih membelenggu tersebut. Dalam pertemuan G-20 di Los Cabos, Meksiko beberapa waktu lalu, negara-negara G-20 berkomitmen untuk turut serta membantu menangggulangi krisis yang dinilai menjadi ancaman bagi perekonomian dunia tersebut.
Indonesia bersama-sama negara anggota G-20 lainnya, dalam pertemuan itu berkomitmen untuk ikut memberikan bantuan. Indonesia berkomitmen akan membantu maksimal satu miliar dolar AS guna membantu mengatasi krisis.
Terkait besarannya, kata Hatta, sekitar 1 miliar dollar AS. "Dulu tangan kita di bawah (berutang). Sekarang kita bertemu dengan tangan di atas (meminjami)," kata Hatta.
Sebelumnya, Hatta memastikan pemerintah akan memberikan bantuan pinjaman kepada IMF sebesar 1 milliar dollar AS. (*)