Rabu, 10 Juni 2026

Kesegaran Panna Cotta

PUDING sudah menjadi salah satu hidangan pencuci mulut favorit banyak orang. Tapi bagaimana dengan panna cotta? Sebagian dari Anda mungkin baru

Tayang:
Penulis: | Editor: Darajat Arianto
PUDING  sudah menjadi salah satu hidangan pencuci mulut favorit banyak orang. Tapi bagaimana dengan panna cotta? Sebagian dari Anda mungkin baru dengar nama ini. Secara sederhana panna cotta bisa dimasukan ke dalam kategori hidangan penutup berjenis puding.

Panna cotta sebenarnya adalah hidangan penutup khas Italia yang terbuat dari campuran krim, susu, gula, dan gelatin yang didinginkan. Menu ini berasal dari daerah Piedmont meski sekarang ini sudah tersebar ke seluruh Italia dan bahkan dunia.

Panna cotta biasanya disajikan dengan saus wild berry, karamel, coklat dan juga buah-buahan lainnya meski di daerah pegunungan Italia Utara sana menu ini disantap tanpa tambahan saus apapun atau hanya diberi pemanis dari buah atau hazelnut. Tekstur lembut dan dingin menjadi ciri khas dari panna cotta ini.

Penasaran? Anda tidak pelu jauh-jauh ke Italia untuk menikmati menu bercita rasa manis ini, di Indonesia juga sudah ada. Di Bandung saja tidak kurang dari tiga tempat menawarkan menu ini. Ada Heladeria, Hotel Grand Aquila, dan Origin. Ketiga tempat ini punya panna cotta disajikan dengan cara yang berbeda-beda.

Di Heladeria misalnya. Panna cotta yang aslinya hanya punya varian rasa vanila ini dimodifikasi dengan banyak varian rasa oleh Hermine Carmer (29), pemilik Heladeria. Wanita yang pernah belajar di sebuah sekolah kuliner di Kansas ini ingin membuat panna cotta yang tidak biasa.

"Panna cotta aslinya hanya ada rasa vanila yang bisa disajikan dengan berbagai varian saus. Saya sebaliknya. Membuat panna cotta dengan berbagai varian rasa kemudian disajikan dengan custard vanila. Kebalikan dari panna cotta original," ujar wanita berambut pendek ini.

Sebanyak 18 varian rasa sudah pernah diciptakan oleh Hermine meski yang selalu tersedia hanya enam varian rasa saja. Bitter dark chocolate, avocado, black currant, mango, lychee, dan chocolate ginger. "Sisanya ganti-gantian varian rasanya. Dari enam yang selalu ada itu, bitter dark chocolate dan mango jadi yang paling banyak dicari pelanggan," katanya.

Jika biasanya panna cotta disajikan di atas piring kemudian diberi saus, di kedai es krim yang berlokasi di Setrasari Mall Blok B4/97 ini panna cotta disajikan dalam gelas-gelas kecil yang ditutup dengan sepotong kain berwarna-warni. Kain ini ternyata bukan untuk hiasan semata. "Agar tidak ada udara yang masuk juga," ucap Hermine.

Panna cotta yang dibuat secara homemade ini punya tekstur superlembut. Rasa manis yang pas berpadu custard vanila mampu membuat penikmatnya ingin terus memakannya sampai sendok terakhir. Hidangan penutup ini dihargai Rp 10.000 per gelasnya.

Berbeda dengan Heladeria yang menawarkan berbagai varian rasa panna cotta, Hotel Grand Aquila dan Origin memilih menawarkan panna cotta original dengan rasa vanila. Di hotel yang berlokasi di Jalan Djunjunan ini panna cotta disajikan dengan saus mangga bercita rasa manis asam namun segar. Dessert yang terbuat dari campuran heavy cream, gula, dan gelatin ini ditawarkan Rp 45.000 per porsinya.

Di Origin, panna cotta dengan rasa vanila disajikan dengan cream cheese, saus stroberi organik, gula karamel yang dibekukan, dan juga potongan buah stroberi segar. Di kafe yang berlokasi di  Jalan Sumatra ini panna cotta dibanderol dengan harga Rp 20.000 per porsinya. (*)

Puding Khas Italia yang Segar
1. Heladeria, Setrasari Mall Blok B4/97, Jalan Prof Surya Sumantri
2. Hotel Grand Aquila, Jalan Dr Djunjunan No 116
3. Origin, Jalan Sumatra No 21

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved