18 Bingkai Kota Bandung Milik 9 Fotografer
Minggu, 1 Juli 2012 19:21 WIB

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Dua penari beraksi pada pembukaan pameran foto di Indischetafel Restaurant di Jalan Sumatera no 19 Bandung, Minggu (1/7).
Dua penari beraksi pada pembukaan pameran foto di Indischetafel Restaurant di Jalan Sumatera no 19 Bandung, Minggu (1/7).
SEMBILAN fotografer kreatif yang tergabung dalam Perhimpunan Amatir Foto (PAF) menampilkan 18 karya foto yang merekam gerak dinamis Kota Bandung. Bandung yang memang merupakan kota yang dinamis selalu punya sisi-sisi yang tak terduga yang berhasil diabadikan ke dalam pita seluloid.
Berawal dari perbincangan iseng, ide untuk menggelar sebuah pameran tercetus begitu saja. Adalah Edward Nugroho dan Sandy Wijaya yang menggagas pameran dengan tema yang tidak biasa ini.
"Gayung bersambut. Dengan dukungan dari advisor Fendi Siregar serta kawan-kawan lain, akhirnya kami memutuskan untuk menjadikan momen ini untuk berpameran. Sesungguhnya project ini sangat menantang bagi kami. Sembilan orang yang berbeda latar belakang dalam penguasaan genre fotografi mencoba untuk memvisualisasikan imaji serta karakter masing-masing," tutur Sandy saat ditemui usai pembukaan pameran, Sabtu (30/6) sore.
Dengan mengusung tema “Bandung In Motion”, sembilan fotografer ini merekam pergerakan Kota Bandung selama 72 jam. Tepatnya pada 2-4 Juni 2012. Daya kreativitas mereka pun diuji untuk menghasilkan jepretan spektakuler dengan hanya bermodalkan kamera analog yang kini sudah jarang digunakan.
"Intinya kami dikondisikan untuk kreatif dan peka saat memotret. Di sisi lain juga bernostalgia tanpa dimanjakan LCD DSLR dan berharap cemas akan hasil sebelum film di-develop adalah sebuah ecstasy yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata," ujar Sandy.
Meski mengambil tema besar, pendekatan yang diambil oleh masing-masing fotografer cukup berbeda satu sama lainnya. Dengan begitu beragam karya foto dalam satu benang merah dapat tercipta. Ada yang menggunakan pendekatan ekonomi, waktu, pembangunan, kreativitas, dan pendekatan lainnya.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan. Bandung memang merupakan sebuah kota di mana siapapun dapat menemukan apapun. "Bandung sebagai kota yang dinamis dan penuh aktivitas. Banyak sekali yang bisa ditangkap dari Bandung. Baik yang positif maupun yang negatif," tambah Sandy.
Menghasilkan karya dengan tetap berada dalam zona nyaman tentu kurang menantang, itu pun yang ada di benak para fotografer ini. Penggunaan kamera analog sebagai satu-satunya media untuk menangkap pergerakan Kota Bandung memang menjadi pilihan mereka.
"Penggunaan kamera ini juga sebenarnya untuk ajang nostalgia bagi teman-teman yang sudah lama tidak menggunakan kamera ini sekaligus memberi kesempatan pada teman-teman yang punya keinginan untuk menggunakan kamera ini," kata Arya Marta, salah satu peserta pameran.
Bukan galeri yang mereka pilih sebagai tempat untuk memamerkan hasil bidikan lensa mereka, tapi sebuah kafe yang bangunannya merupakan bangunan cagar budaya. Hal ini dilakukan untuk mengikis batas yang terbangun antara seniman dengan penikmat seni.
"Fotografer kan punya tugas untuk meng-influence masyarakat. Kalau kami melakukan pameran di galeri, masyarakat mana yang akan melihat pameran kami? Tentu tidak semua masyarakat. Orang umum dan awam tidak akan datang. Dengan memilih melakukan pameran di tempat umum seperti kafe ini, kami harap akan lebih banyak orang yang melihat," ungkap Edward.
Melakukan pameran di tempat seperti ini yang segala sesuatunya sudah tertata juga bukan perkara mudah. Pemilihan foto mana untuk dipajang di ruang mana menjadi salah satu agenda para fotografer ini. "Semua foto yang dipajang disesuaikan dengan ornamen yang ada di tiap ruangan agar bisa saling mendukung," kata Arya.
Pada pameran yang berlangsung pada 1-10 Juli 2012 di Indischetafel Restaurant di Jalan Sumatera No 19 ini, Anda bisa melihat sebuah karya fotografi artistik milik Arya Marta, Adithya Zen, Deden Iman, Edward Nugroho, Hendra Nugraha, Kevin Yung, M Ramadhan, Sandy Wijaya, dan Toni Siscus. Selain pameran, juga akan ada diskusi mengenai pameran ini di Galeri Padi yang akan dihadiri oleh para peserta pameran pada 5 Juli 2012 nanti.(andra nur oktaviani)
Penulis : andra
Editor : rie
