Alison Victoria Thackray

Selalu Tersenyum

KESIBUKANNYA luar biasa padat. Bahkan di sela-sela rutinitas itu ia masih beraktivitas lain berupa kegiatan sosial

Selalu Tersenyum
Dedy Herdiana
Alison Victoria Thackray
KESIBUKANNYA luar biasa padat. Bahkan di sela-sela rutinitas itu ia masih beraktivitas lain berupa kegiatan sosial, yang secara tidak langsung menambah kesibukannya sendiri. Meski demikian, perempuan kelahiran Inggris 34 tahun lalu ini selalu terlihat penuh senyum dan humoris. Bahkan saat tampil sebagai pembicara pada acara Seminar Sehari 'Metode Apresiasi dan Pendidikan Seni di Sekretariat Kerukunan Istri Bank Jabar (bank bjb) (KIBAR), belum lama ini selalu diselingi dengan pernyataan-pernyataan yang membuat peserta seminar tertawa.

Seperti saat awal membuka pembicaraannya dalam seminar, entah sengaja atau tidak tapi tidak mungkin kalau sengaja, perempuan asli dari Newcastle yang sudah 8 tahun di Indonesia ini memberi salam dengan berbahasa Sunda. "Wilujeng wengi," ucapnya. Padahal saat itu kegiatan digelar siang hari, dan ruang seminar pun sempat hening , peserta terdiam setelah mendengarnya. Melihat reaksi demikian, Alison pun langsung merakat pertanyaannya. "Maaf saya kira ini malam, karena berada di dalam ruangan dan memakai lampu," tuturnya sambil terseyum seraya disambut gelak tawa peserta.

Selain kerap menjadi pembicara dalam diskusi atau seminar, Alison juga sempat menjadi  juri Mojang Jajaka Kota Bandung 2011, juri Duta Bahasa Jabar, dan beberapa acara lain yang serupa.  Sementara kesibukan utamanya, Alison adalah sebagai Direktur PT Starlight Edutainment yang bergerak di bidang jasa konsultasi tentang  pendidikan dan 'entertainment'. Sebagai direktur, dia juga sering diundang untuk membantu lembaga lain dengan kegiatan yang beragam, seperti memberi pelatihan dan menjadi nara sumber di seminar maupun acara TV dan radio. Bahkan perusahannya yang berupa swasta (PMA) itu kerap memberi jasa berupa pre-school, yaitu Starbright Family Learning Centre, yang ada di Bandung dan Palembang.

"Di sana saya membuat kurikulum, beri pelatihan kepada guru-guru, dan saran parenting advice kepada orang tua muridnya.  Kalau menjadi juri itu saya biasanya diminta untuk menilai dari sisi kemampuan Bahasa Inggris, tapi kadang-kadang saya juga diundang jadi juri di acara lain seperti lomba model dan lain-lain," kata perempuan yang hobi tampil Stand Up Comedy di acara Open Mic.

Perempuan yang juga hobi menjelajah kuliner bersama teman-temannya ini mengaku semua kegiatannya selalu berhubungan dengan pendidikan dan sosial. Karena diakuinya sejak kecil sudah memiliki jiwa sosial yang tinggi.  Sewaktu kecil, Alison kerap menangis jika melihat berita tentang anak-anak yang kelaparan atau melihat anak-anak yang berada pada kondisi perang di televisi. Menginjak remaja, diakuinya mulai disadari akan rasa bersyukurnya karena memiliki orangtua yang selalu kerja keras agar kedua anaknya bisa cukup makan.

"Saya bukan dari keluarga yang kaya, tapi mereka selalu berupaya membuat saya dan adik saya merasa cukup saat itu. Saya sadar tidak semua orang yang beruntung seperti saya. Karena itu saya selalu berkeinginan untuk membantu orang-orang yang perlu dibantu. Karenanya selain saya bekerja di  swasta,  saya terus mencari kegiatan yang menguntungkan saya dan orang lain. Karena menurut saya siapapun di dunia ini tidak akan bisa hidup tanpa uang untuk makan, tempat tinggal dan menyekolahkan anak," tuturnya.

Kebiasaannya sejak kecil itu akhirnya berhasil diwujudkannya dengan menjadi seorang pendiri perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan dan entertainment itu. Perusahaan yang berdiri tahun 2008 itu pun menjalani program sesuai dengan motonya 'education should be fun and entertainment should be educational'.

"Dimana kami percaya bahwa pendidikan seharusnya menyenangkan dan hiburan seharusnya mendidik.  Oleh karena itu kita kerjasama dengan banyak lembaga baik swasta, pemerintah ataupun LSM untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan hiburan sekaligus.  Satu contoh kegiatan adalah proyek 'Starlight Eduvacation' yang membawa rombongon untuk mengunjungi tempat-tempat  pariwisata di Bandung tapi memberi 'treatment' yang unik, seru, dan mendidik sekaligus," paparnya. (*)

Penulis: Dedy Herdiana
Editor: Januar Pribadi Hamel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved